AMBON, JENDELAMALUKU.COM – Memasuki hari kedua Ramadan 1447 Hijriah, suasana perburuan takjil di kawasan Batu Merah, Kota Ambon, Maluku, terpantau ramai.
Sejak pukul 15.00 WIT, warga mulai memadati lapak-lapak penjual yang berjejer di sepanjang jalan utama kawasan tersebut.
Antusiasme pembeli terlihat dari ramainya warga yang datang silih berganti untuk mendapatkan menu berbuka puasa.
Bahkan, sebelum waktu berbuka tiba, sejumlah lapak sudah dikerumuni pembeli.
Beragam jenis takjil dijajakan, mulai dari kue tradisional hingga aneka gorengan.
Beberapa yang paling diminati di antaranya Pisang Asar, Kue Yahudi, Risoles, Tar Kentang, dan Kue Cara.
Salah satu pedagang takjil, Nurhayati, mengaku dagangannya cepat habis karena tingginya permintaan warga.
“Alhamdulillah, baru jam empat sore saja sudah ramai. Pisang Asar dan Risoles paling cepat habis. Biasanya sebelum Magrib sudah harus tambah lagi,” ujarnya.
Tingginya minat pembeli membuat sebagian warga tidak kebagian menu favorit.
Rahmat, salah satu pembeli, mengaku sudah mengantre namun kehabisan risoles.
“Saya sudah antre, tapi pas giliran beli risolesnya sudah habis. Memang dari tadi yang cari banyak sekali,” katanya.
Meski demikian, ia tetap membeli menu lain untuk berbuka puasa.
Menurutnya, Batu Merah menjadi lokasi favorit karena pilihan takjilnya beragam dan harganya terjangkau.
Hingga menjelang azan Magrib, aktivitas jual beli masih berlangsung dengan tertib.
Ramadan kembali menghadirkan denyut ekonomi musiman yang memberi berkah bagi pedagang sekaligus menjadi tradisi tahunan warga Ambon dalam menyambut waktu berbuka puasa.(*)







