DOBO, JENDELAMALUKU.COM – Cuaca buruk dan fenomena kabut tebal yang melanda wilayah Maluku tak hanya mengganggu penerbangan, tetapi juga memicu ancaman keselamatan di perairan.
Sebuah perahu bermotor (longboat) berpenumpang empat orang sempat dilaporkan hilang kontak akibat kehilangan arah di perairan Kepulauan Aru, sebelum akhirnya berhasil ditemukan dalam keadaan selamat pada Senin (12/10/2026) dini hari.
Peristiwa ini bermula saat perahu yang mengangkut Intan (32), Lensa (47), Rawin (23), dan Ode (46) bertolak dari Desa Karawai menuju Kota Dobo pada Minggu (11/10/2026) sekitar pukul 16.00 WIT.
Namun, saat melintas di sekitar Perairan Pulau Selimar, pandangan pengemudi mendadak terhalang oleh kabut asap pekat dan tebal.
Tanpa visual navigasi yang jelas, perahu tersebut kehilangan arah di tengah laut yang bergelombang tinggi.
Aksi Cepat Operasi SAR Malam Hari
Laporan kondisi darurat tersebut diteruskan oleh Danramil Dobo ke pihak Unit Siaga SAR (USS) Dobo sekitar pukul 00.50 WIT.
Menanggapi sinyal bahaya tersebut, Tim SAR Gabungan langsung menerjunkan perahu karet bermotor (Rigid Inflatable Boat/RIB) untuk melakukan pencarian di tengah kegelapan dan keterbatasan jarak pandang.
“Pukul 01.00 dini hari, Tim SAR Gabungan bergerak cepat menembus jarak sejauh 13 mil laut ke arah selatan Kota Dobo. Meskipun jarak pandang sangat terbatas akibat kabut tebal, pencarian terus disisir secara intensif,” terang Koordinator USS Dobo, Glenn Tehupuring dalam keterangan resminya.
Evakuasi dan Kondisi Korban
Upaya pencarian membuahkan hasil lega saat Tim SAR menerima konfirmasi pada pukul 01.55 WIT bahwa longboat tersebut berhasil terdampar dan menyandar aman di pesisir Desa Durjela, Kabupaten Kepulauan Aru.
Seluruh korban yang selamat langsung dijemput oleh Tim Darat USS Dobo menggunakan kendaraan Rescue Car untuk dievakuasi menuju Kota Dobo dan diserahkan kembali kepada pihak keluarga.
Data operasional mencatat kondisi cuaca di lokasi kejadian saat operasi berlangsung cukup menantang, dengan tutupan awan tebal, kecepatan angin dari arah Utara–Timur Laut mencapai 21 knot, serta tinggi gelombang laut berkisar 1,25 meter.
Dengan kembalinya seluruh korban dan Tim SAR ke pangkalan pada pukul 02.35 WIT, Operasi SAR resmi ditutup.
Pihak Basarnas mengimbau para nelayan dan masyarakat pesisir untuk lebih waspada serta selalu memantau kondisi cuaca dan keterbatasan jarak pandang sebelum nekat melaut.(*)







