JENDELAMALUKU.COM – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti wilayah udara Ambon. Akibat jarak pandang (visibility) di bawah standar keselamatan penerbangan, yakni di bawah 2.000 meter, belasan penerbangan di Bandar Udara Internasional Pattimura Ambon dibatalkan.
PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Pattimura mencatat, pembatalan terjadi pada Senin (12/10) dan Selasa (13/10).
Pada Senin (12/10), 10 penerbangan dibatalkan, yakni Trigana Air tujuan Namrole, Smart Air tujuan Wahai, Smart Air tujuan Bandanaira, Trigana Air tujuan Sanana, Garuda Indonesia tujuan Jakarta (Soekarno-Hatta), Lion Air tujuan Sorong, Lion Air tujuan Surabaya, Lion Air tujuan Langgur, Lion Air tujuan Makassar, dan Wings Air tujuan Ternate.
Sementara pada Selasa (13/10), tujuh penerbangan dibatalkan, meliputi Wings Air tujuan Saumlaki, Batik Air tujuan Makassar, Batik Air tujuan Nabire, Lion Air tujuan Jakarta, Wings Air tujuan Ternate, Trigana Air tujuan Moa, dan Garuda Indonesia tujuan Jakarta.
Manajemen Bandara Pattimura menegaskan tetap memprioritaskan keselamatan dan keamanan penerbangan. Selama situasi ini, pihak bandara memastikan pelayanan di terminal tetap optimal dengan mengoperasikan pendingin ruangan, menjaga kebersihan fasilitas umum dan ruang tunggu, serta menyiagakan petugas untuk membantu penumpang.
Untuk penumpang terdampak pembatalan, diarahkan langsung ke konter customer service masing-masing maskapai untuk proses refund dan reschedule.
Manajemen juga mengingatkan bahwa kompensasi, pengembalian dana, maupun penjadwalan ulang akibat penundaan atau pembatalan penerbangan, terutama karena faktor cuaca buruk (force majeure), sepenuhnya menjadi tanggung jawab maskapai, bukan pengelola bandara. Sesuai aturan, maskapai wajib memberikan opsi refund atau reschedule tanpa biaya tambahan.
“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pengguna jasa akibat kondisi force majeure yang masih berlangsung,” tulis Manajemen Bandara Pattimura.







