AMBON, JENDELAMALUKU.COM – Pekatnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menekan tingkat visibilitas udara hingga di bawah 2.000 meter di Ambon dan sekitarnya.
Bencana lingkungan ini berdampak serius pada operasional penerbangan di Bandara Internasional Pattimura Ambon, memicu gelombang penundaan (delay) hingga pembatalan (cancel) penerbangan sejak Kamis (8/10/2026).
Rute penerbangan vital menuju kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Makassar, hingga penerbangan antarwilayah di Kepulauan Maluku dan Papua terganggu.
Puncak krisis penerbangan terjadi pada akhir pekan lalu (10-11 Oktober), di mana mayoritas maskapai tak dapat beroperasi demi mengutamakan keselamatan penumpang.
Apa yang Harus Dilakukan Penumpang Terdampak?
Guna mengantisipasi penumpukan dan kebingungan calon penumpang di terminal, pihak manajemen bandara membagikan panduan layanan dan penanganan bagi pengguna jasa:
– Pemberian Service Recovery: Bagi penumpang yang tertahan di terminal akibat delay, pengelola bandara membagikan makanan ringan dan minuman gratis (snack box).
– Prosedur Refund dan Reschedule: Calon penumpang yang penerbangannya dibatalkan dianjurkan segera mendatangi loket Customer Service maskapai masing-masing. Proses pengembalian dana penuh maupun pergeseran jadwal dapat dilakukan sesuai aturan tiap maskapai.
– Pembagian Peran Maskapai dan Bandara: Pihak bandara mengingatkan bahwa seluruh urusan kompensasi, ganti rugi, dan penataan tiket adalah tanggung jawab penuh maskapai (airlines). Sementara pengelola bandara fokus menjaga kenyamanan, keamanan terminal, dan pembaruan informasi status penerbangan.
“Kami mengutamakan keselamatan dan keamanan penerbangan di atas segalanya. Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat faktor cuaca ekstrem ini,” jelas General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Cabang Bandara Pattimura, Johan Seno Acton dalam keterangan resminya.
Perincian Jadwal Penerbangan Terdampak
1. Kamis (8/10/2026): Empat rute mengalami delay (Nabire, Dobo, Ternate, Makassar), sedangkan rute Langgur dan Namlea dibatalkan.
2. Jumat (9/10/2026): Situasi penerbangan sempat kondusif dan operasional berjalan normal.
3. Sabtu (10/10/2026): Gelombang cancel meluas ke rute Saumlaki, Dobo, Ternate, Makassar, Nabire, dan Jakarta. Penerbangan ke Sorong dan Surabaya mengalami penundaan.
4. Minggu (11/10/2026): Delapan rute penerbangan resmi dibatalkan (termasuk Jakarta, Nabire, Moa, dan Dobo).
5. Senin (12/10/2026): Penundaan keberangkatan masih menumpuk untuk tujuh rute domestik, sementara penerbangan perintis seperti Namrole, Wahai, Bandanaira, dan Sanana terpaksa dibatalkan.







