LANGGUR, JENDELAMALUKU.COM – Penjual ornamen tahun baru musiman di Langgur, Maluku Tenggara, ngeluh omset menurun tahun 2026 ini.
Kebanyakan penjual ornamen tahun baru sebenarnya punya usaha lain.
Tetapi, mereka memilih berjualan ornamen di momen pergantian tahun karena prospek menghasilkan pundi-pundi rupiah.
Tetapi, daya beli ornamen tahun baru kali ini dinilai berkurang.
Seperti yang dikeluhkan Abang Ali yang mengaku baru menggelar lapak di samping Landmark Langgur, Kawasan Ohoijang, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) dari tanggal 30 hingga 1 Januari 2026.
Kawasan tersebut selalu ramai pengunjung terutama menjelang malam tahun baru.
Ia menjual terompet hingga bando, buatannya sendiri.
Harganya dibandrol mulai dari Rp. 15 ribu hingga Rp. 25 ribu per buah.
“Baru tiga hari ini jualan di sini. Saya buat sendiri tiap tahun. Hari ini laku sekitar tiga ratus ribuan,” ujarnya. Rabu (31/12/2025).
Kendati demikian, abang Ali menyebut penghasilannya pada momen tahun baru ini cenderung menurun dibanding tahun sebelumnya.
Menurutnya, hal ini dipengaruhi oleh faktor cuaca yang selalu turun hujan sehingga penjualannya menurun.
“Masih biasa aja, engga kayak tahun kemaren, sekarang lebih sepi, jauh banget. Kayaknya cuaca, soalnya kemaren cuaca gak bagus ujan terus, lantaran di pasar Langgur sepi jadi kami pindah kesini,” pungkasnya.
Tahun lalu, kata dia di moment akhir tahun bisa meraup hingga Rp. 4 juta di malam pergantian tahun namun tahun ini landai saja.
“Sepi sekali dagangannya mungkin salah satunya pengaruh efisiensi,” pungkasnya berseloroh.







