LANGGUR, JENDELAMALUKU.COM – Hamparan biru Laut Kei pertama kali menyapa wisatawan dari balik jendela pesawat yang mendarat di Bandara Karel Sadsuitubun (LUV). Di titik inilah perjalanan menuju surga wisata Kepulauan Kei dimulai – Langgur, ibu kota Kabupaten Maluku Tenggara, yang menjadi gerbang utama bagi setiap pelancong yang ingin menjelajah keindahan alam Kei.
Seiring meningkatnya minat wisatawan terhadap destinasi Indonesia bagian timur sepanjang 2025, Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) menegaskan posisi Langgur sebagai titik awal seluruh perjalanan wisata ke Kepulauan Kei.
Seluruh wisatawan yang menuju destinasi unggulan seperti Pantai Ngurbloat (pasir panjang) hingga pasir timbul Ngurtafur, dipastikan mendarat lebih dulu di kota ini.
Bupati Maluku Tenggara Thaher Hanubun menegaskan, Langgur bukan hanya simpul transportasi, melainkan wajah pertama yang memperkenalkan identitas sosial dan budaya masyarakat Kei kepada wisatawan.
“Selain keindahan alam, Langgur memiliki kekuatan utama berupa kehidupan sosial masyarakat yang berlandaskan nilai Ain ni Ain, yang berarti kita semua bersaudara. Nilai ini tercermin dalam interaksi sehari-hari warga, mulai dari pasar, bandara, hingga sikap terbuka masyarakat terhadap pendatang,” ujar Thaher.
Menurut Thaher, keramahan masyarakat Kei bukan sekadar bagian dari atraksi wisata, melainkan identitas budaya yang diwariskan lintas generasi.
Nilai tersebut menjadikan Langgur bukan hanya kota transit, tetapi bagian penting dari pengalaman awal wisatawan sebelum melanjutkan perjalanan ke pulau-pulau lain di Kepulauan Kei.
Setibanya di Langgur, wisatawan langsung merasakan ritme kehidupan kepulauan yang tenang dan bersahaja.
Kota ini menjadi ruang peralihan – tempat beristirahat, menata perjalanan, sekaligus mengenal denyut kehidupan lokal sebelum menyeberang menuju destinasi unggulan Maluku Tenggara.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Maluku Tenggara Victor E. Budhi Toffi mengatakan, Langgur juga menawarkan pengalaman wisata yang dapat dinikmati dalam waktu singkat.
“Dalam jarak tempuh dekat dari pusat kota, wisatawan bisa mengunjungi Goa Hawang di Desa Letvuan, destinasi alam dengan air sebening kaca yang sarat nilai sejarah dan legenda lokal. Selain itu, kawasan pesisir di sekitar Langgur menyajikan panorama laut biru jernih sebagai pengantar keindahan Maluku Tenggara,” jelasnya.







