Nasional

Kemenag Imbau Masyarakat Waspada Hoaks Bantuan DAP Australia Mengatasnamakan Ditjen Bimas Kristen

×

Kemenag Imbau Masyarakat Waspada Hoaks Bantuan DAP Australia Mengatasnamakan Ditjen Bimas Kristen

Sebarkan artikel ini

Waspada Hoaks

27/1/2026 - hoax
HOAX: Kementerian Agama menegaskan bahwa surat edaran dan informasi terkait klaim bantuan dana DAP Australia yang mengatasnamakan Ditjen Bimas Kristen adalah hoaks. (Courtesy - Kemenag)

JENDELAMALUKU.COM – Kementerian Agama mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya informasi palsu yang beredar di media sosial, khususnya yang mengatasnamakan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Kristen terkait bantuan dana asing.

Imbauan ini disampaikan menyusul beredarnya konten di sejumlah platform digital yang mengklaim adanya penyaluran bantuan dana Direct Aid Program (DAP) dari Australia dengan nilai fantastis, mulai dari Rp100 juta hingga Rp2 miliar.

Informasi tersebut dipastikan tidak benar dan berpotensi menyesatkan masyarakat.

Direktur Jenderal Bimas Kristen Kementerian Agama, Jeane Marie Tulung menegaskan, pihaknya tidak pernah mengeluarkan pengumuman, surat, maupun informasi resmi sebagaimana yang beredar luas tersebut.

Ia menekankan, Ditjen Bimas Kristen juga tidak pernah mencantumkan mekanisme pembagian dana, besaran bantuan, maupun kewajiban pemotongan atau sumbangan seperti yang tertulis dalam konten hoaks tersebut.

“Dalam beberapa waktu terakhir kami menerima banyak laporan terkait penyebaran informasi palsu bantuan dana DAP dari Australia yang mengatasnamakan Ditjen Bimas Kristen Kementerian Agama. Informasi tersebut tidak benar dan menyesatkan,” tegas Jeane Marie Tulung di Jakarta, Senin (26/1/2026) dikutip dari laman resmi Kemenag.

Jeane Marie Tulung menegaskan, seluruh informasi resmi terkait kebijakan, program, maupun kerja sama Ditjen Bimas Kristen hanya disampaikan melalui laman resmi bimaskristen.kemenag.go.id serta akun media sosial resmi Ditjen Bimas Kristen Kementerian Agama.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap unggahan di media sosial, pesan berantai, maupun dokumen digital yang tidak memiliki sumber jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Kami mengimbau masyarakat agar selalu melakukan cek dan ricek informasi sebelum membagikannya. Jangan mudah percaya pada berita atau pengumuman yang tidak berasal dari kanal resmi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dirjen Bimas Kristen mengajak umat Kristiani di seluruh Indonesia untuk lebih bijak dalam bermedia sosial serta turut berperan aktif menjaga ruang digital agar tetap sehat dan terbebas dari penyebaran informasi palsu.

“Mari kita jadikan ruang digital sebagai sarana berkat, bukan sumber keresahan,” pungkasnya.

Kementerian Agama kembali mengingatkan masyarakat untuk selalu merujuk pada sumber resmi Kemenag serta segera melaporkan apabila menemukan informasi mencurigakan yang mencatut nama institusi pemerintah.

Baca artikel menarik lainnya dari JENDELAMALUKU.COM Di CHANNEL TELEGRAM