TUAL, JENDELAMALUKU.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku merilis Kota Tual mengalami inflasi tertinggi di Maluku secara year on year (yoy) pada Januari 2026.
Inflasi di Kota Tual mencapai 7,97 persen di Januari 2026. Tertinggi di 11 Kabupaten Kota di Maluku.
Angka tersebut melonjak signifikan dibandingkan Desember 2025 yang hanya tercatat sebesar 3,93 persen.
Anggota TPID yang juga Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kota Tual, Darnawati Amir mengatakan, memang kenaikan inflasi sangat tinggi dibandingkan dengan yoy di Januari 2025 yang cenderung deflasi di mines 1.7 persen.
“Hal ini terjadi karena di 2025 ada subsidi tarif listrik, yang dilakukan oleh PLN Pusat, itu juga sangat berpengaruh pada angka inflasi,” ungkapnya usai menghadiri zoom meeting bersama Pemprov Maluku, Kamis (5/2/2026).
Menurutnya, saat ini emas mengalami kenaikan harga yang cukup tinggi, inflasi emas menyentuh 2.9 persen, ini juga berpengaruh pada inflasi di Kota Tual.
“Sementara, inflasi pada beberapa jenis ikan di bulan Januari 2026 juga mempengaruhi, yakni ikan layang, ikan momar, ikan baronang,” ungkapnya.
Berdasarkan rilis BMKG, kata dia hujan dengan intensitas tinggi juga angin kencang terjadi di sepanjang bulan Januari, jadi berimbas ke produksi ikan yang menurun sehingga harga semakin melambung.
“Juga di bulan Januari hingga Maret 2025, belum ada kenaikan tarif air PDAM sehingga berpengaruh pada inflasi yoy di bulan Januari 2026, sesuai dengan surat keputusan Walikota kenaikan akan terjadi di bulan Maret, untuk golongan rumah tangga harganya Rp. 8.500 per meter kubik per hari yang penggunaannya di atas 30 kubik ini yang berpengaruh terhadap kenaikan inflasi,” jelasnya.
Demikian juga, lanjutnya dengan sayuran holtikultura, cabai, bawang, juga masih sangat berpengaruh karena di musim hujan produksi jadi menurun, ada juga ayam yang masih diambil dari Surabaya.
“Untuk itu ada lima komoditas utama penyumbang inflasi yoy di Kota Tual meliputi tarif listrik sebesar 1,77 persen, ikan 0,72 persen, ikan jenis tongkol/komu 0,59 persen, ikan sekuda/lencam 0,41 persen.
tarif air minum PDAM 0,52 persen,” pungkasnya.







