AMBON, JENDELAMALUKU.COM – Deteksi dini kanker dan dukungan keluarga menjadi dua faktor penting yang sangat menentukan proses penyembuhan pasien kanker.
Hal ini disampaikan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Hematologi Onkologi Medik Dagifa Medical Center, dr. Dewi Resnawita, Sp.PD., Subsp.HOM., FINASIM, dalam kegiatan edukasi Hari Kanker Sedunia 2026 di Ambon.
Menurut dr. Dewi, semakin awal kanker terdeteksi, semakin baik peluang pasien untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
“Semakin cepat kanker terdeteksi, semakin baik kita mengetahui stadium kanker, dari stadium satu hingga stadium empat. Semakin awal diketahui, tentu hasil pengobatan untuk pasien juga akan jauh lebih baik,” ujarnya.
Ia menegaskan, ketika seseorang terdiagnosis kanker, pasien tidak boleh menghadapi kondisi tersebut sendirian.
Peran keluarga sangat dibutuhkan sejak awal proses pengobatan.
“Pasien kanker harus dirangkul bersama keluarganya untuk mendapatkan pengobatan yang tepat dan dokter yang tepat. Proses pengobatan ini tidak singkat dan membutuhkan dukungan penuh,” jelas dr. Dewi.
Lebih lanjut, dr. Dewi menjelaskan bahwa kanker bukan penyakit yang selesai hanya dengan satu fase pengobatan. Istilah yang digunakan dalam dunia medis adalah remisi, bukan sembuh total.
“Kalaupun pasien sudah masuk dalam kondisi remisi komplit, tetap ada follow up yang harus dijalani. Ini adalah proses jangka panjang,” katanya.
Ia menekankan, pendampingan keluarga sangat berperan dalam menjaga kondisi mental pasien agar tidak mengalami depresi, yang dapat memengaruhi proses penyembuhan.
“Pasien kanker sangat membutuhkan keluarga agar tidak merasa sendirian dan tidak depresi dengan kondisinya. Dukungan ini justru jauh lebih baik untuk masa penyembuhan,” tambahnya.
Melalui edukasi ini, Dagifa Medical Center berharap masyarakat semakin memahami bahwa kanker dapat ditangani dengan lebih baik jika terdeteksi sejak dini, serta mendorong keluarga dan lingkungan sekitar untuk hadir sebagai sistem pendukung utama bagi pasien kanker.







