BeritaMalukuMaluku Tengah

Kabut Asap Selimuti Perairan Maluku, Layanan Kapal Cepat Amahai-Tulehu Dipastikan Tetap Lancar

×

Kabut Asap Selimuti Perairan Maluku, Layanan Kapal Cepat Amahai-Tulehu Dipastikan Tetap Lancar

Sebarkan artikel ini

Kabut Asap

Kapal Express Cantika 99 saat berlayar dari Amahai ke Tulehu, melintasi lautan di tengah kepungan asap. (Foto - ISTIMEWA)

MASOHI, JENDELAMALUKU.COM – Paparan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menutupi perairan Maluku Tengah dan membatasi jarak pandang pelayaran.

Meski demikian, operasional kapal cepat rute Amahai-Tulehu dipastikan tetap berjalan aman.
Kapal Express Cantika 99 tercatat masih berlayar melayani penumpang dengan durasi tempuh standar, yakni sekitar dua jam perjalanan.

Nakhoda Express Cantika 99, Fembris, mengonfirmasi bahwa sebaran kabut asap di perairan laut sejauh ini belum mengganggu kecepatan maupun jadwal keberangkatan kapal yang dipimpinnya.

“Jarak pandang memang terbatas akibat kabut asap, tetapi perjalanan kapal masih berjalan normal seperti biasa. Waktu tempuh tetap seperti biasa, dua jam sampai tujuan,” kata Fembris di Pelabuhan Amahai, Senin (12/10/2026).

Baja Juga :  DPRD Maluku Tenggara Desak Penegakan Hukum Pelaku Pembakaran Hutan

Kendati operasional berjalan tanpa hambatan berarti, Fembris menegaskan, seluruh kru kapal tetap menerapkan standar kewaspadaan tinggi.

Pengawasan titik perairan dan penggunaan alat navigasi radar diperketat sepanjang pelayaran untuk meminimalkan risiko kecelakaan laut akibat keterbatasan jarak pandang.

Selain mengandalkan navigasi internal, pihak armada kapal rutin menjalin komunikasi intensif dengan pihak otoritas pelabuhan, baik Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Amahai maupun pengelola Pelabuhan Tulehu.

Langkah ini dilakukan guna memastikan kesiapsiagaan armada terhadap dinamika kondisi cuaca dan kualitas udara di jalur lintasan.

BMKG Peringatkan Potensi Sebaran Asap hingga Pertengahan Oktober

Kelancaran pelayaran kapal cepat ini berlangsung di tengah peringatan dini cuaca dari BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Pattimura Ambon.

BMKG memprakirakan potensi sebaran asap kategori sedang masih mengintai 10 wilayah di Maluku, termasuk Kabupaten Maluku Tengah dan Kota Ambon, setidaknya hingga 14 Oktober 2026.

Baja Juga :  Kisruh Galian C, DPRD Maluku Sorot Izin dan Nasib Sopir

Berdasarkan pemantauan satelit BMKG, puluhan titik panas (hotspot) terdeteksi di wilayah Maluku.

Fenomena ini diperparah oleh paparan asap kiriman karhutla dari kawasan tetangga, seperti Papua, yang terbawa pergerakan angin hingga menurunkankan jarak pandang di perairan Maluku.

Meskipun aktivitas pelayaran rute Amahai-Tulehu saat ini masih berjalan aman dan terkendali, otoritas BMKG membau seluruh penyelenggara jasa transportasi laut untuk terus memantau pembaruan cuaca berkala.

Penyesuaian skenario pelayaran akan terus dilakukann secara fleksibel demi menjamin kenyamanan serta keselamatan para penumpang selama berada di laut.(*)

Baca artikel menarik lainnya dari JENDELAMALUKU.COM Di CHANNEL TELEGRAM