TUAL, JENDELAMALUKU.COM – Bentrokan antar kelompok di Desa Fidatan, Kecamatan Pulau Dullah Utara, Kota Tual kembali memakan korban.
Aksi saling serang antara warga Fidatan kampung Lama dan Baru kembali pecah, Selasa (26/2/2026) pukul 16:59 WIT
“Setelah bentrokan awal, pukul 17.00 WIT massa Kampung Lama melakukan pelemparan bom Molotov ke arah Kampung Baru,” ungkap Kasi Humas IPTU Muhamad Mahu. Selasa (26/2/2026).
Menurut dia, pada pukul 17.10 WIT, Wakapolres Tual Kompol Roni Manawan, beserta personil Dalmas tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan melakukan himbauan.
“Selanjutnya pukul 17.20 WIT, Kapolres Tual AKBP Whansi Des Asmoro, tiba dan memimpin upaya pembubaran massa,” terangnya.
Kemudian, lanjutnya Pada pukul 17.47 WIT, Kapolres Tual terkena panah waer pada lutut kaki kiri bagian bawah.
Hingga pukul 17.55 WIT, sebagian kelompok Kampung Lama masih melakukan perlawanan sebelum akhirnya diminta kembali ke pos pengamanan depan puskesmas.
“Pada pukul 18.30 WIT, personil Yon C Pelopor Sat Brimob Polda Maluku dipimpin Dansat Brimob KBP Irfan Marpaung, tiba untuk membantu pengamanan. Massa dari kedua kelompok mulai pulang ke kompleks masing-masing pada pukul 18.10 WIT,” jelasnya.
Adapun korban yang menerima perawatan di Rumah Sakit Umum Karel Sadsuitubun Langgur adalah:
– AKBP Whansi Des Asmoro (Kapolres Tual), terkena panah di lutut kaki kiri bawah.
– Rizqi R Taweatubun (19 tahun, pelajar/mahasiswa dari Fiditan Kampung Baru), terkena panah di kaki kiri pangkal jari telunjuk.
Kini pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan mendalam terkait penyebab kejadian dan upaya penanganan agar tidak terjadi lagi perkara serupa.







