LANGGUR, JENDELAMALUKU.COM – Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) bergerak cepat merespons bentrokan antar pemuda yang terjadi di Danar.
Bupati Malra, Muhamad Thaher Hanubun, mengimbau masyarakat untuk menahan diri dan tidak terpancing emosi agar situasi tidak semakin memanas.
Imbauan tersebut disampaikan usai pertemuan bersama Gubernur Maluku, Kepala Dinas Sosial Provinsi Maluku, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Maluku di Danar, Minggu (29/3/2026), sebagai bagian dari upaya penanganan situasi di lapangan.
“Kami minta jangan terbawa emosi, karena emosi hanya menimbulkan masalah. Mari selesaikan semua permasalahan dengan kepala dingin,” pintanya.
Bupati mengaku telah berupaya maksimal menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Malra.
Namun, insiden tersebut tetap terjadi di tengah momentum pasca-Idul Fitri.
“Saya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga kamtibmas di wilayah Malra, serta menyampaikan pesan dan makna Idul Fitri kepada masyarakat, namun masih terjadi gangguan Kamtibmas,” sesalnya.
Menurutnya, situasi yang terjadi bukanlah harapan pihak manapun.
Pemerintah daerah saat ini terus berupaya mencari solusi terbaik untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara damai.
Ia pun menekankan pentingnya dialog sebagai jalan utama penyelesaian konflik di tengah masyarakat.
“Saya meminta kemukakan ruang dialog dengan kepala dingin da bersama mencari solusi permalasahan,” pungkasnya.(*)







