BeritaMaluku

BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat 9–13 April 2026, Termasuk di Wilayah Maluku

×

BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat 9–13 April 2026, Termasuk di Wilayah Maluku

Sebarkan artikel ini

Maluku

Ilustrasi Hujan (net)

AMBON, JENDELAMALUKU.COM  Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia pada periode 9 hingga 13 April 2026.

Dalam keterangan resminya, BMKG menyebutkan bahwa kondisi ini dipicu oleh dinamika atmosfer yang masih cukup aktif di wilayah Indonesia.

Beberapa faktor yang memengaruhi di antaranya adalah adanya sirkulasi siklonik, konvergensi angin, serta kelembapan udara yang tinggi di berbagai lapisan atmosfer.

“Situasi ini meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan yang signifikan di sejumlah wilayah Indonesia,” demikian keterangan BMKG.

Selain hujan lebat, masyarakat juga diminta mewaspadai potensi cuaca ekstrem lainnya seperti angin kencang dan petir yang dapat terjadi secara tiba-tiba, terutama pada siang hingga malam hari.

Baja Juga :  Festival Ketupat di Telaga Kodok: Perayaan Solidaritas dan Identitas Budaya Orang Basudara

Adapun wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat meliputi sebagian besar wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.

Kondisi ini perlu diwaspadai karena berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, hingga genangan di kawasan permukiman.

Di wilayah timur Indonesia, termasuk Ambon dan sekitarnya, masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati mengingat intensitas hujan dapat meningkat dalam beberapa hari ke depan. Daerah dengan topografi perbukitan serta kawasan pesisir dinilai lebih rentan terhadap dampak cuaca ekstrem.

Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Ambon, Mujahidin, mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan potensi cuaca buruk, terutama bagi nelayan dan warga yang beraktivitas di laut.

“Gelombang tinggi dan angin kencang berpotensi terjadi seiring dengan meningkatnya aktivitas cuaca. Kami mengimbau nelayan dan pengguna transportasi laut untuk memperhatikan informasi cuaca sebelum melaut,” ujarnya.

Baja Juga :  2 Rumah Warga Kota Tual Rusak Tertimpa Pohon Tumbang saat Angin Kencang

BMKG juga meminta pemerintah daerah dan instansi terkait untuk meningkatkan kesiapsiagaan, termasuk memastikan sistem drainase berfungsi dengan baik serta mengantisipasi potensi bencana di wilayah rawan.

Masyarakat diimbau untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG, baik melalui situs web, media sosial, maupun aplikasi cuaca yang tersedia.

BMKG menegaskan bahwa prakiraan cuaca bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan kondisi atmosfer. Oleh karena itu, kewaspadaan dan kesiapan menjadi kunci utama dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan.

Baca artikel menarik lainnya dari JENDELAMALUKU.COM Di CHANNEL TELEGRAM