LANGGUR, JENDELAMALUKU.COM – Memasuki pertengah bukan Januari di tahun 2026, ketersediaan ayam potong di Pasar Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), Maluku, mulai mengalami kelangkaan.
Namun di tengah kondisi kelangkaan, harga ayam potong justru terpantau stabil dan belum mengalami kenaikan harga.
Niko salah satu pedagang ayam potong di pasar Langgur mengakui, kelangkaan sejak hari kamis lalu.
“Sudah empat hari ayam potong langka di pasaran,” ungkapnya, Minggu (18/1/2026).
Menurutnya, kelangkaan dipicu oleh keterlambatan jadwal kapal yang berlayar ke Malra.
“Ya, berhubung pasokan ayam biasanya dikirim lewat kontainer, jadi pengiriman sangat bergantung kepada kapal besar,” kata dia.
Kelangkaan ayam potong membuat masyarakat mulai resah. Pasalnya, ayam merupakan salah satu bahan pangan utama yang kerap dikonsumsi sehari-hari.
“Sudah beberapa hari ini konsumen terus berdatangan, namun stoknya memang kosong, mungkin esok sore sudah kembali tersedia,” ujarnya.
Tidak hanya berdampak pada konsumen rumah tangga, kelangkaan ayam potong juga dirasakan oleh pelaku usaha rumah makan. Pengusaha harus memutar strategi agar tetap bisa beroperasi.
Linda, salah satu pemilik rumah makan di Pasar Langgur, mengaku khawatir jika kelangkaan terus berlanjut.
Warga dan pelaku usaha berharap pemerintah dan distributor segera mengambil langkah agar pasokan kembali stabil.
“Harapan kita, pemerintah ada langkah baik untuk mengantisipasi ini,” cetusnya.
Berikut update harga ayam potong di pasar Langgur :
– Ukuran 1,2 kilo dijual Rp. 62 ribu.
– Ukuran 1,4 kilo dijual Rp. 70 ribu.
– Ukuran 1,5 kilo dijual dengan 65 ribu.
– Ukuran 1,7 kilo dijual Rp 75 ribu.
– Ukuran 1,8 kilo dijual Rp. 80 ribu







