Berita

Perkuat Literasi AI untuk Guru, MAFINDO Maluku Gaet Pemkot Ambon dan Kwarcab Pramuka

×

Perkuat Literasi AI untuk Guru, MAFINDO Maluku Gaet Pemkot Ambon dan Kwarcab Pramuka

Sebarkan artikel ini

Literasi AI

Ia memaparkan bahwa sasaran AIGTS meliputi guru, pembina Pramuka, dan tenaga teknis pendidikan yang perlu memahami bagaimana AI dapat menjadi alat bantu yang efektif, bukan ancaman. Materi pelatihan mencakup pengenalan dasar AI, penggunaan aplikasi AI untuk menyusun RPP, alat bantu presentasi otomatis, pembuatan soal, hingga teknik mendeteksi keaslian karya siswa di tengah maraknya penggunaan mesin AI.

Leikawa menegaskan bahwa AI harus diarahkan sebagai alat pemberdayaan. “Mari kita jadikan AI sebagai alat untuk memperkuat, bukan melemahkan; alat untuk mencerdaskan, bukan memecah belah,” ujarnya.

Sebagai organisasi yang bergerak dalam edukasi literasi digital dan pencegahan disinformasi, MAFINDO juga menekankan pentingnya aspek etika dalam penggunaan AI. Penggunaan AI tanpa pemahaman memadai dapat menyebabkan penyebaran informasi salah, plagiarisme otomatis, dan ketergantungan teknologi yang berlebihan.

Baja Juga :  Prabowo Bicara Krisis Sampah, Stefanus Layanan Janjikan Kurve Massal di Maluku Tenggara Segera Digelar

Dalam sesi pelatihan, peserta diberikan praktik langsung cara memverifikasi sumber informasi, menggunakan fitur AI secara aman, serta membedakan konten asli dengan konten manipulasi digital seperti deepfake yang kini semakin mudah dibuat.

Guru dituntut memiliki kemampuan mengawasi dan mengarahkan siswa dalam menggunakan teknologi ini, sehingga mereka tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga penjaga etika di ruang belajar digital.

Keterlibatan Kwarcab Pramuka Kota Ambon menjadi poin penting dalam kegiatan ini. Sebagai organisasi kepanduan yang membentuk karakter generasi muda, Pramuka memiliki peran strategis dalam memperluas literasi digital hingga ke lingkungan nonformal.

Pembina Pramuka yang mengikuti pelatihan diharapkan dapat menyebarluaskan pemahaman AI kepada anggota di gugus depan masing-masing.

Pramuka kini tidak hanya membina karakter dan kedisiplinan, tetapi juga dituntut membina kecakapan digital generasi muda. Melalui keterlibatan mereka dalam AIGTS, literasi AI diharapkan tidak berhenti di ruang kelas, tetapi menjangkau kegiatan kepanduan dan komunitas pemuda.

Baja Juga :  Dukung Akses Beasiswa S2 LPDP, Polda Maluku Gelar Tes CAT Bahasa Inggris bagi Personel

Keseluruhan pelatihan AI ini menjadi simbol sinergi berbagai pihak dalam membangun masa depan pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman. Kolaborasi MAFINDO, Pemkot Ambon, dan Pramuka membuktikan bahwa transformasi digital membutuhkan pendekatan multisektor, bukan hanya peran sekolah.

Leikawa berharap pelatihan ini menjadi awal dari program yang lebih besar dan berkelanjutan.

“Kegiatan ini adalah langkah awal menuju masa depan pendidikan yang lebih adaptif. Kami berharap sinergi ini terus dijaga dan bahkan diperluas melalui berbagai program inovatif di masa depan,” tutupnya.

Baca artikel menarik lainnya dari JENDELAMALUKU.COM Di CHANNEL TELEGRAM