LANGGUR, JENDELAMALUKU.COM – Yayasan Marhaen Maluku mempertegas komitmennya dalam mendukung pemberdayaan kelompok disabilitas melalui Trainers (ToT), yang digelar di Hotel Vilia, Selasa (7/4/2026).
Kegiatan ini, mengangkat tema berbagi kasih merangkai cinta, yang juga turut menghadirkan puluhan anak-anak dari Panti Asuhan Bakti Luhur Malra juga Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Tual.
Juga tokoh agama, tokoh pemuda dan OKP.
Sebagai bentuk kepedulian berkelanjutan terhadap kelompok rentan, kegiatan ini digagas dengan menghadirkan narasumber Ketua DPRD Maluku Benhur George Watubun, Kepal Biro Kesra Setda Provinsi Maluku, dan Pimpinan Panti Asuhan Bhakti Luhur Kei Kecil
Dalam sambutannya, Watubun mengatakan DPRD dan Pemerintah Provinsi Maluku telah menetapkan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2024 Tentang Penghormatan, Perlindungan, dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas, sebagai turunan UU Nomor 8 tahun 2016.
“Hal ini menjadi kewajiban pemerintah daerah di seluruh Indonesia, merumuskan peraturan daerah terhadap penyandang disabilitas, untuk Maluku di tahun 2024 telah ditetapkan,” ujarnya.
Menurut Politisi PDI-Perjuangan ini, dengan diresmikannya peraturan daerah tahun 2024 oleh pemerintah provinsi Maluku, maka resmi 22 wilayah 22 provinsi dan 77 Kabupaten Kota yang menetapkan Perda pemenuhan hak-hak disabilitas.
“Kita berharap, semoga perda ini bukan saja secara yuridis formal dihasilkan oleh pengambil kebijakan, yaitu Pemerintah Daerah dan DPRD namun dapat ditindak lanjuti,” cetusnya.
Watubun juga menyoroti, ihwal kepedulian dari Pemprov Maluku terhadap penyandang disabilitas yang masih minim.
“Selama ini wujud nyata perhatian pemerintah terhadap penyandang disabilitas terasa belum maksimal,” imbuhnya.
Jika tidak ada langkah kongkrit dari organisasi pemuda dan Keagamaan maka penetapan perda hanya sebagai langkah cermonial belaka.
“Untuk itu kami berterima kasih kepada Yayasan Marhaen Maluku juga didukung Pemprov Maluku yang dapat melaksanakan kegiatan ini,” pungkasnya.
Kegiatan ini ditutup dengan penjualan kerajinan tangan, yang dibuat oleh anak panti asuhan dan penyandang disabilitas, serta didampingi fasilitator.







