Berdasarkan informasi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, sejumlah faktor yang berkontribusi terhadap meningkatnya kasus diabetes pada generasi muda antara lain:
1. Masalah gizi sejak dini
Malnutrisi sejak masa awal kehidupan dapat memicu resistensi insulin dan meningkatkan risiko diabetes.
2. Pola makan tidak seimbang
Konsumsi makanan tinggi gula, makanan olahan, dan rendah serat meningkatkan kadar gula darah.
3. Kurangnya aktivitas fisik
Gaya hidup pasif dan jarang berolahraga menurunkan sensitivitas tubuh terhadap insulin.
4. Obesitas
Kelebihan berat badan, terutama penumpukan lemak di perut, meningkatkan risiko diabetes. Meski demikian, penderita diabetes tidak selalu mengalami obesitas.
5. Faktor keturunan
Riwayat diabetes dalam keluarga dapat meningkatkan risiko, termasuk pola pewarisan lintas generasi.
6. Gaya hidup modern
Pola hidup serba instan, kurang bergerak, serta tingkat stres yang tinggi turut memperbesar risiko diabetes.
Gejala Diabetes yang Perlu Diwaspadai
Gejala diabetes pada generasi muda umumnya meliputi rasa haus berlebihan, sering buang air kecil terutama pada malam hari, mudah lapar, penurunan berat badan tanpa sebab jelas, penglihatan kabur, luka yang sulit sembuh, serta tubuh mudah lemas dan pusing akibat fluktuasi kadar gula darah.
Meningkatnya kasus diabetes di kalangan generasi muda menjadi peringatan penting akan perlunya penerapan pola hidup sehat sejak dini untuk mencegah dampak jangka panjang yang lebih serius.
Sumber: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI)







