Kesehatan

Gonore Meningkat Kebal Antibiotik, WHO Minta Negara Perkuat Surveilans

×

Gonore Meningkat Kebal Antibiotik, WHO Minta Negara Perkuat Surveilans

Sebarkan artikel ini

Gonore

21/11/2025 - Gonore
ILUSTRASI: Gonore adalah penyakit menular seksual yang umum di Indonesia dan menjadi salah satu infeksi menular seksual yang paling sering terjadi. (FREEPIK)

JENDELAMALUKU.COM –  Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan meningkatnya ancaman gonore resisten antibiotik berdasarkan data terbaru dari Enhanced Gonococcal Antimicrobial Surveillance Programme (EGASP).

Temuan ini dirilis bertepatan dengan Pekan Kesadaran Resistensi Antimikroba (AMR) Dunia 2024.

Dalam laporan terbarunya, WHO menyebut resistensi terhadap ceftriaxone dan cefixime—dua antibiotik utama untuk terapi gonore—melonjak tajam antara 2022 dan 2024.

Resistensi ceftriaxone naik dari 0,8 persen menjadi 5 persen, sementara resistensi cefixime meningkat dari 1,7 persen menjadi 11 persen.

Resistensi ciprofloxacin bahkan mencapai 95 persen, dengan Kamboja dan Vietnam mencatat tingkat resistensi tertinggi.

“Upaya global ini sangat penting untuk melacak, mencegah, dan merespons gonore resisten obat serta melindungi kesehatan masyarakat di seluruh dunia,” kata Dr. Tereza Kasaeva, Direktur Departemen HIV, TB, Hepatitis & IMS WHO.

Ia menyerukan negara-negara untuk mengintegrasikan surveilans gonore ke dalam program nasional infeksi menular seksual (IMS).

Kasus Meningkat, Partisipasi Negara Bertambah

Pada 2024, sebanyak 12 negara dari lima wilayah WHO berpartisipasi dalam EGASP, meningkat dari empat negara pada 2022.

Negara-negara tersebut melaporkan total 3.615 kasus gonore.

Lebih dari separuh kasus gonore simptomatik pada pria (52 persen) berasal dari negara-negara di Wilayah Pasifik Barat, terutama Filipina, Vietnam, Kamboja, dan Indonesia.

Sementara itu, negara-negara di Wilayah Afrika menyumbang 28 persen kasus, diikuti Wilayah Asia Tenggara, Mediterania Timur, dan Amerika.

Data WHO menunjukkan usia median pasien adalah 27 tahun, dengan 20 persen kasus berasal dari pria yang berhubungan seks dengan pria dan 42 persen melaporkan memiliki lebih dari satu pasangan seksual dalam 30 hari terakhir.

Pengembangan Obat Baru dan Tantangan Global

WHO juga memajukan surveilans genomik dengan hampir 3.000 sampel dianalisis pada 2024.

Studi mengenai obat baru seperti zoliflodacin dan gepotidacin tengah berlangsung dan diproyeksikan menjadi alternatif terapi di masa depan.

Meski partisipasi negara meningkat, WHO menilai pengawasan global masih menghadapi tantangan besar. Pendanaan yang terbatas, kurangnya data dari perempuan, serta minimnya sampel dari lokasi ekstragenital menjadi hambatan utama.

WHO menyerukan peningkatan investasi untuk memperkuat sistem surveilans nasional agar upaya memantau dan menahan penyebaran gonore resisten obat dapat berkelanjutan.(*)

Baca artikel menarik lainnya dari JENDELAMALUKU.COM Di CHANNEL TELEGRAM