Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, melalui sambutan yang dibacakan Sekda Provinsi Maluku, menegaskan filosofi hidup “Orang Basudara” sebagai perekat sosial:
“Tantangan zaman menuntut kita untuk tidak sekadar hidup berdampingan, saling memahami, namun yang terpenting saling menghargai satu sama lain. Di sinilah peran penting Literasi Keagamaan Lintas Budaya, dan merupakan kunci karakter hidup ‘Orang Basudara’ yang dilandasi rasa hormat dan empati,” kata Hendrik.
Senada, Wali Kota Ambon, Bodewin Melkias Wattimena, menambahkan:
“Kita memiliki filosofi Orang Basudara yang menjadi perekat sosial. Nilai-nilai kearifan tersebut bukan sebatas pemahaman soal sejarah, tapi bagaimana yang paling penting terus dihidupkan, dan ditransformasikan menjadi nilai-nilai hidup bersama.”







