“Ini suara korban. Tolong kasih mereka satu shelter yang benar-benar aman,” tegasnya.
Pernyataan terbuka Apriansa tersebut menutup sesi open mic dengan pesan kuat: perjuangan korban kekerasan seksual di Maluku masih jauh dari kata selesai, dan negara harus kembali hadir untuk memastikan mereka mendapatkan perlindungan, kebenaran, dan keadilan.(*)






