AMBON, JENDELAMALUKU.COM – Arus mudik dan balik Lebaran 1447 Hijriah di Bandara Internasional Pattimura Ambon ditutup dengan capaian positif.
PT Angkasa Pura Indonesia melaporkan peningkatan signifikan pada trafik penumpang, pesawat, dan kargo, sekaligus memastikan operasional tetap berjalan aman dan terkendali selama periode angkutan Lebaran.
Selama 18 hari masa operasional Posko Terpadu yang berlangsung sejak 13 Maret 2026, bandara berhasil mengelola lonjakan mobilitas masyarakat tanpa gangguan berarti.
Bahkan, realisasi trafik pada tahun ini melampaui proyeksi awal yang telah ditetapkan.
Data operasional menunjukkan pergerakan pesawat mencapai 536 penerbangan, naik 26,1 persen dibandingkan periode Lebaran tahun sebelumnya yang tercatat 425 penerbangan.
Angka ini juga melampaui target awal sebanyak 444 pergerakan.
Sementara itu, jumlah penumpang mencapai 53.748 orang atau meningkat 20,3 persen dibandingkan tahun 2025 yang sebanyak 44.664 penumpang.
Realisasi tersebut melampaui prediksi awal sebesar 48.481 penumpang.
Di sisi logistik, pergerakan kargo juga mengalami kenaikan sebesar 7,1 persen menjadi 481,5 ton, dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 449 ton.
Menariknya, puncak arus mudik terjadi lebih awal dari perkiraan, yakni pada 15 Maret 2026 dengan total 3.687 penumpang.
Sedangkan puncak arus balik terjadi sesuai prediksi pada 29 Maret 2026 dengan jumlah 3.592 penumpang.
General Manager Bandara Internasional Pattimura Ambon, Johan Seno Acton menyampaikan, peningkatan trafik yang cukup tinggi dapat diantisipasi dengan baik tanpa menyebabkan kepadatan di terminal.
Menurutnya, keberhasilan ini tidak hanya ditentukan oleh kelancaran operasional, tetapi juga kualitas pelayanan kepada penumpang.
Pendekatan berbasis pengalaman pengguna menjadi salah satu fokus utama selama periode Lebaran.
“Pelayanan yang ramah dan responsif dari para petugas menjadi faktor penting dalam menjaga kenyamanan penumpang, terutama di tengah tingginya mobilitas masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya konsistensi penerapan aspek keselamatan, keamanan, pelayanan, dan kepatuhan dalam seluruh lini operasional bandara.
Keberhasilan ini turut didukung oleh sinergi berbagai pihak, mulai dari regulator, aparat keamanan, hingga mitra operasional penerbangan yang terlibat dalam pengelolaan Posko Terpadu.
Dengan berakhirnya periode angkutan Lebaran, Bandara Pattimura Ambon berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan serta memperkuat kolaborasi lintas sektor guna mendukung pertumbuhan transportasi udara di Maluku.(*)







