Pada periode tertentu, terutama ketika curah hujan tinggi atau pasokan terlambat, harganya bisa mencapai Rp120 ribu per kilogram.
“Rawit ini yang paling cepat berubah. Hari ini Rp60 ribu, kalau besok pasokan kurang bisa naik lagi,” kata pedagang lain, Kasim.
Para pedagang dan pembeli berharap kondisi ini dapat bertahan, terutama menjelang musim hujan yang kerap mengganggu jalur distribusi dari daerah penghasil.
“Kalau pasokan lancar, kita semua enak, baik pedagang maupun pembeli,” ujar Kasim.(*)







