AMBON, JENDELAMALUKU.COM – Setelah tiga tahun tidak berbuah, pohon gandaria akhirnya kembali memasuki musim panen di Ambon, Maluku.
Kemunculan kembali buah khas daerah itu disambut antusias warga, sekaligus membawa berkah bagi para pedagang musiman di pasar tradisional.
Pantauan JendelaMaluku.com di Pasar Wayame, buah gandaria mulai terlihat di sejumlah lapak milik para mama penjual buah atau yang dikenal sebagai mama jibu-jibu.
Buah gandaria berbentuk bulat hingga sedikit oval, ukurannya kecil sekitar 3-5 cm, hampir seperti telur kecil.
Kulitnya halus dan tipis, dengan warna kuning hingga kuning keemasan saat matang, kadang ada bintik-bintik atau bercak cokelat alami di permukaannya.
Buah ini ditata dalam tumpukan kecil di atas meja dagangan, menarik perhatian pembeli yang melintas di pasar.
Suasana pasar pun terasa lebih ramai, terlebih karena mendekati waktu berbuka puasa.
Beberapa pembeli tampak berhenti sejenak untuk memilih tumpukan gandaria yang dijajakan para pedagang.
Salah satu mama jibu-jibu, Siane Hanumete mengatakan, musim gandaria menjadi kesempatan untuk menambah penghasilan.
Ia membeli buah langsung dari pemilik kebun di Hative Besar, lalu menjualnya kembali dalam bentuk tumpukan kecil.
“Dengan modal Rp50 ribu untuk sekitar 100 buah, biasanya bisa dapat untung Rp30 ribu sampai Rp40 ribu,” kata Siane saat ditemui JendelaMaluku.com di Pasar Wayame.
Di lapaknya, gandaria dijual per tumpuk dengan harga mulai dari Rp10 ribu hingga Rp20 ribu, tergantung jumlah buah yang disusun.
Menurut Siane, banyak warga yang sudah menunggu musim buah ini.
Tidak sedikit pembeli yang sengaja datang ke pasar hanya untuk mencari gandaria yang biasanya dimakan langsung atau diolah menjadi sambal dan manisan.
Salah seorang pembeli, Rina, mengaku senang karena akhirnya bisa kembali menikmati buah yang memiliki rasa asam segar itu setelah lama tidak menemukannya.
“Sudah lama sekali tidak makan gandaria. Biasanya kalau musim, saya beli untuk makan langsung atau dibuat sambal. Rasanya segar sekali,” ujarnya sambil memilih tumpukan buah di salah satu lapak.
Dari Pasar Wayame, perjalanan dilanjutkan menuju kebun gandaria milik warga di kawasan Hative Besar.
Di lokasi ini, pohon-pohon gandaria tampak mulai dipenuhi buah yang masih berwarna hijau.
Sejumlah warga juga memanfaatkan musim ini dengan menjual langsung hasil panen kepada pembeli yang datang ke kebun.







