AMBON, JENDELAMALUKU.COM – Komoditas kopi lokal Maluku kini menunjukkan geliat baru.
Melalui program Kopi Tuni yang digagas PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU), hasil panen petani tak lagi sekadar dijual mentah, tetapi mulai diolah hingga menembus pasar internasional.
Di berbagai daerah di Maluku, aktivitas memanen kopi telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Namun kini, potensi tersebut mulai dikelola secara lebih modern dan terintegrasi, sehingga memberikan nilai ekonomi yang lebih tinggi bagi petani.
General Manager PLN UIW MMU, Noer Soeratmoko menjelaskan, program Kopi Tuni merupakan wujud peran PLN dalam mendorong pengembangan ekonomi lokal yang berkelanjutan.
“Melalui Kopi Tuni, kami ingin memastikan potensi daerah tidak berhenti di tingkat produksi, tetapi bisa berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Dalam implementasinya, biji kopi dari petani dihimpun melalui Koperasi Produsen Seribu Negeri Kopi Maluku.
Koperasi ini berperan sebagai pusat pengolahan dan distribusi, sehingga produk kopi memiliki standar kualitas, kemasan, dan pemasaran yang lebih baik.
Perubahan signifikan juga terjadi pada proses produksi.
Dengan dukungan peralatan berbasis listrik dari PLN, pengolahan kopi yang sebelumnya dilakukan secara manual kini menjadi jauh lebih cepat dan efisien, bahkan mampu memangkas waktu produksi hingga belasan kali lipat.
Hal ini berdampak langsung pada peningkatan kapasitas dan konsistensi kualitas produk.
Tak hanya itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia juga menjadi fokus utama.
Berbagai pelatihan seperti roasting, barista, hingga manajemen usaha diberikan kepada petani dan pelaku UMKM, sehingga mereka mampu memahami rantai bisnis kopi dari hulu hingga hilir.
Dampaknya mulai terasa di lapangan.
Serapan biji kopi dari petani meningkat, harga menjadi lebih kompetitif, dan jumlah pelaku usaha yang terlibat dalam ekosistem Kopi Tuni terus bertambah, mulai dari pembibitan hingga kedai kopi.
Kini, Kopi Tuni tidak hanya dipasarkan di dalam negeri, tetapi juga telah merambah pasar internasional, termasuk Belanda dan Amerika Serikat.
Capaian ini menjadi langkah awal memperkenalkan kopi Maluku di kancah global.
Keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara PLN, pemerintah daerah, koperasi, serta para petani dan pelaku usaha lokal.







