JAKARTA, JENDELAMALUKU.COM – Pendeta sekaligus Pendongeng Nasional asal Maluku, Pdt. Eklin Amtor de Fretes atau Kak Eklin, resmi meluncurkan buku terbarunya berjudul “Dongeng dalam Pendidikan Perdamaian (Kurikulum Berbasis Masyarakat Majemuk untuk Pendidikan Perdamaian di Indonesia)” pada Sabtu (8/11/2025).
Peluncuran buku tersebut berlangsung di Kantor Pusat BPK Gunung Mulia, Kwitang, Jakarta Pusat, dan difasilitasi penuh oleh pihak penerbit.
Kegiatan ini dihadiri oleh puluhan guru, aktivis, dan pelayan anak dari berbagai daerah.
Dalam kesempatan itu, Kak Eklin yang kini tengah menempuh studi magister di Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta mengungkapkan kebanggaannya dapat kembali menghadirkan karya bertema dongeng dan perdamaian.
Sebelumnya, pada tahun 2021, ia telah menerbitkan buku pertamanya berjudul “Mari Belajar Mendongeng Kisah-kisah Damai.”
Melalui karya keduanya ini, ia ingin memperluas dampak positif dongeng dalam pendidikan karakter dan perdamaian anak-anak Indonesia.
Kak Eklin yang dikenal memiliki kemampuan mendongeng dengan teknik suara perut itu telah berkeliling ke berbagai daerah di Indonesia.
Ia mendongeng di rumah ibadah lintas agama—Gereja, Masjid, Wihara, Klenteng, dan Pura—serta di tempat ibadah masyarakat adat, rumah sakit anak, daerah pedalaman, wilayah perbatasan, hingga kawasan rawan konflik dan bencana.
Ia menuturkan, melalui buku ini, ia ingin membagikan pengalaman sekaligus menawarkan sebuah kurikulum pendidikan perdamaian berbasis masyarakat majemuk.
Kurikulum tersebut ditujukan bagi pendidik, aktivis anak, pelayan anak, maupun orang tua agar mampu menanamkan nilai-nilai perdamaian kepada anak-anak melalui metode mendongeng.
Peluncuran buku yang diterbitkan sebanyak 500 eksemplar oleh BPK Gunung Mulia itu juga diisi dengan pelatihan teknik mendongeng, termasuk cara membuat dan menggunakan boneka sebagai media bercerita.
Kak Eklin menegaskan, dongeng bukan hanya hiburan, tetapi juga sarana efektif untuk menumbuhkan semangat perdamaian di tengah masyarakat majemuk.
“Ia membuktikan bahwa dongeng dapat menumbuhkan kedamaian sehingga dongeng tidak sekadar dongeng-dongeng. Namun dongeng dapat hidup di seluruh Indonesia demi kedamaian di tanah air ini,” ucap Kak Eklin dalam keterangan tertulis yang diterima JendelaMaluku.com.
Dukungan terhadap peluncuran buku ini datang dari berbagai kalangan, salah satunya Budhy Munawar-Rachman, aktivis perdamaian dan dialog antariman yang juga seorang ulama.
“Buku karya Eklin Amtor de Fretes ini patut dipuji karena mampu menjembatani warisan budaya bangsa, mendongeng, dengan visi luhur, membangun bangsa yang damai. Buku ini menjadi suluh penerang yang meneguhkan relevansi mendongeng sebagai jalan emas menuju budaya perdamaian di Indonesia,” ujar Budhy.







