Maluku

Maluku Didorong Jadi Model Nasional Pendidikan Toleransi Berbasis Kearifan Lokal

×

Maluku Didorong Jadi Model Nasional Pendidikan Toleransi Berbasis Kearifan Lokal

Sebarkan artikel ini

LKLB

12/2/2026 - LKLB
MALUKU: Sekitar 150 guru dan kepala sekolah dari berbagai wilayah di Maluku mengikuti Seminar Penguatan Karakter Bangsa melalui pendekatan Literasi Keagamaan Lintas Budaya (LKLB) di Kantor Gubernur Maluku, Kamis (12/2/2026). (JendelaMaluku.com)

Menurutnya, situasi kemajemukan di Maluku yang terdiri dari 283 sekolah multikomunitas agama, ditambah sejarah konflik sosial berbasis identitas serta realitas kepulauan yang majemuk, menunjukkan pentingnya pendekatan LKLB.

“Institut Leimena memiliki pengalaman nasional dalam pengembangan dan implementasi pendekatan Literasi Keagamaan Lintas Budaya, termasuk pelatihan guru dan kepala sekolah di berbagai provinsi,” kata Sarlota dalam seminar yang dihadiri sekitar 150 guru dan kepala sekolah dari berbagai wilayah di Maluku.

Ia menyebut secara nasional program LKLB telah berjalan lebih dari empat tahun sejak 2021.

Sementara di Maluku, Program LKLB untuk Perdamaian telah berlangsung selama dua tahun dengan 175 guru dan kepala sekolah sebagai alumni.

Sarlota berharap komitmen Maluku sebagai “laboratorium hidup Orang Basudara” dapat terwujud melalui penyebaran praktik-praktik baik yang telah dilakukan para guru alumni LKLB.

“Kami ingin terus membagikan contoh praktik LKLB yang dapat diadaptasi di sekolah dan mendorong upaya integrasi LKLB ke dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah di Maluku,” ujarnya.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Maluku menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan seminar sebagai upaya memperkuat persaudaraan sejati masyarakat Maluku.

“Seminar ini diselenggarakan untuk tidak lagi membedakan atau memisahkan persoalan sejati kita hanya karena perbedaan agama, suku, ras, dan sebagainya,” ujar Sekda Provinsi Maluku, Sadali Ie.(*)

Baca artikel menarik lainnya dari JENDELAMALUKU.COM Di CHANNEL TELEGRAM