LANGGUR, JENDELAMALUKU.COM – Harga sejumlah bahan pangan di Pasar Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), masih berada pada level tinggi meski perayaan Natal telah memasuki hari ketiga.
Komoditas cabai tercatat menjadi yang paling mencolok karena belum menunjukkan tanda-tanda penurunan harga.
Pantauan pada Minggu (28/12/2025), cabai rawit dan cabai keriting sama-sama dijual dengan harga Rp150 ribu per kilogram.
Angka ini melonjak tajam dibandingkan harga sebelumnya yang masih berada di kisaran Rp80 ribu per kilogram.
Kenaikan harga juga terjadi pada komoditas hortikultura lainnya. Tomat lokal jenis apel kini dipasarkan seharga Rp40 ribu per kilogram, naik dari harga sebelumnya Rp25 ribu per kilogram.
Bawang putih dibanderol Rp60 ribu per kilogram, sementara bawang merah mengalami kenaikan dari Rp50 ribu menjadi Rp70 ribu per kilogram.
Adapun sayuran lainnya seperti kol dan buncis dijual masing-masing Rp30 ribu per kilogram. Wortel berada di kisaran Rp50 ribu per kilogram, sedangkan kentang dijual seharga Rp40 ribu per kilogram.
Salah satu pedagang di Pasar Langgur, Bapa Udin, mengatakan tingginya harga cabai masih dipengaruhi oleh permintaan yang tetap tinggi di tingkat konsumen.
“Harga cabai masih mahal dipengaruhi permintaan konsumen tetap tinggi untuk komoditas ini,” ungkapnya.
Ia menambahkan, meskipun harganya cukup tinggi, cabai tetap menjadi bahan pangan yang paling banyak dicari masyarakat, khususnya ibu rumah tangga di Maluku Tenggara.
“Laris manis penjualannya ini, cabai sama bawang. Mungkin karena bahan utama masakan. Tapi semoga bisa stabil harganya, biar sama-sama menguntungkan,” pungkasnya.(*)







