Maluku Tenggara

Menjelang Nataru, Harga Cabai Lokal di Pasar Langgur Melonjak, Wortel Mulai Langka

×

Menjelang Nataru, Harga Cabai Lokal di Pasar Langgur Melonjak, Wortel Mulai Langka

Sebarkan artikel ini

Jelang Nataru

2/12/2025 - Pasar Langgur
LANGGUR: Komoditas bahan-bahan dapur di Pasar Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), Selasa (2/12/2025). (JendelaMaluku - Megarivera Renyaan)

LANGGUR, JENDELAMALUKU.COM — Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, harga cabai lokal di Pasar Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), mengalami kenaikan signifikan.

Komoditas lain seperti wortel juga mulai sulit ditemukan di lapangan.

Harga cabai lokal yang sebelumnya dijual Rp 70 ribu per kilogram kini tembus Rp 100 ribu per kilogram.

Kenaikan serupa terjadi pada bawang merah yang naik dari Rp 34 ribu menjadi Rp 50 ribu per kilogram.

Sementara itu, bawang putih masih berada pada kisaran Rp 40 ribu per kilogram dan terpantau stabil.

Tomat lokal jenis apel yang menjadi favorit ibu rumah tangga juga ikut naik dari Rp 10 ribu menjadi Rp 20 ribu per kilogram.

Kentang masih bertahan di harga Rp 35 ribu per kilogram.

Wortel menjadi komoditas yang paling terdampak.

Selain harganya naik dari Rp 40 ribu menjadi Rp 60 ribu per kilogram, pasokannya juga semakin langka di pasar. Komoditas lain seperti buncis turut mengalami kenaikan dari Rp 20 ribu menjadi Rp 30 ribu per kilogram.

Nona, salah satu pedagang di Pasar Langgur, mengatakan bahwa tren kenaikan harga sudah berlangsung cukup lama akibat petani lokal yang enggan menurunkan harga jual.

“Kenaikan harga ini sudah lama terjadi, petani sudah nyaman dengan harga tinggi, dan enggan mengembalikan ke harga normal,” ungkapnya, Selasa (2/12/2025).

Untuk menghindari lonjakan harga yang lebih tinggi, para pedagang mulai mendatangkan pasokan dari luar daerah agar stok tetap terjaga.

Meski begitu, beberapa bahan tetap sulit dijangkau pembeli.

Meski harganya naik, Nona menambahkan bahwa cabai tetap menjadi komoditas yang paling dicari warga.

“Laris manis penjualannya ini, cabai sama bawang. Mungkin karena bahan utama masakan. Tapi semoga bisa stabil harganya, biar sama-sama menguntungkan,” pungkasnya.(*)

Baca artikel menarik lainnya dari JENDELAMALUKU.COM Di CHANNEL TELEGRAM