Maluku Tenggara

Pengembangan Rumput Laut di Ohoi Uf-Malra Dinilai Efektif Tekan Kemiskinan Ekstrem

×

Pengembangan Rumput Laut di Ohoi Uf-Malra Dinilai Efektif Tekan Kemiskinan Ekstrem

Sebarkan artikel ini

Budidaya Rumput Laut

17/12/205 - rumput laut
MALRA: Hamparan rumput laut hasil budidaya masyarakat pesisir Ohoi Uf.

LANGGUR, JENDELAMALUKU.COM – Program budidaya rumput laut berkelanjutan di Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) dinilai memiliki kontribusi nyata terhadap pengentasan kemiskinan ekstrem, khususnya di wilayah pesisir.

Hal ini disampaikan Plt Kepala Dinas Perikanan Malra, Ruslan Ingratubun, dalam kegiatan peresmian fasilitas penjemuran rumput laut di Ohoi Uf, Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan, Selasa (16/12/2025).

Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan sarana budidaya rumput laut kepada tujuh kelompok binaan masyarakat setempat sebagai bagian dari penguatan ekonomi berbasis kerakyatan di sektor kelautan.

Fasilitas penjemuran rumput laut ini merupakan hasil kerja sama internasional yang dilaksanakan pada akhir tahun 2025, melibatkan Hyundai Asan dan National Institute of Fisheries Science (NIFS) Korea Selatan.

“Proyek ini merupakan kerja sama internasional yang bertujuan meningkatkan produktivitas akuakultur, khususnya budidaya rumput laut, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir,” kata Ingratubun.

Ia menjelaskan, sebelum penetapan lokasi pembangunan, telah dilakukan serangkaian survei bersama tim Hyundai Asan, NIFS, dan Dinas Perikanan Malra untuk memastikan kesesuaian wilayah.

17/12/2025 - Ruslan Ingratubun
MALRA: Plt Kepala Dinas Perikanan Maluku Tenggara Ruslan Ingratubun menyerahkan bantuan sarana budidaya rumput laut kepada kelompok binaan saat peresmian fasilitas penjemuran di Ohoi Uf, Selasa (16/12/2025).

“Semenjak April 2025 kami menggelar survei di Ohoi Sathean, Dunwahan, Letman, Letvuaan, Arso, dan Uf,” jelasnya.

Berdasarkan hasil penilaian tersebut, Ohoi Uf dipilih karena dinilai paling memenuhi kriteria, baik dari sisi kondisi lahan maupun faktor teknis pendukung pembangunan fasilitas pengeringan rumput laut.

“Untuk luas bangunan 210 meter persegi dan luas lantai 473 meter persegi, dilengkapi 112 rak penjemuran indoor dan 112 rak outdoor,” ujarnya.

Ingratubun menambahkan, penetapan penerima manfaat dilakukan melalui mekanisme musyawarah dan aklamasi masyarakat Ohoi Uf. Dari proses tersebut, terpilih tujuh kelompok budidaya yang memang menjadikan rumput laut sebagai mata pencaharian utama.

Ia merinci bahwa masing-masing kelompok menerima bantuan berupa 16 tali long line sepanjang 50 meter. Berdasarkan perhitungan Dinas Perikanan, potensi produksi mencapai 148.736 kilogram rumput laut basah atau setara 14.874 kilogram rumput laut kering per tahun dalam delapan siklus panen.

Dengan harga rumput laut kering yang saat ini mencapai Rp12.000 per kilogram, total pendapatan tujuh kelompok tersebut diperkirakan mencapai Rp178.483.200 per tahun, atau rata-rata Rp25.497.600 per kelompok.

Baca artikel menarik lainnya dari JENDELAMALUKU.COM Di CHANNEL TELEGRAM