JENDELAMALUKU.COM – PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Patra Niaga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) secara berlebihan.
Imbauan tersebut disampaikan untuk menjaga kelancaran distribusi energi nasional, terutama menjelang periode Ramadan dan Idul Fitri 1447 H yang umumnya diiringi peningkatan konsumsi energi masyarakat.
“Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan menggunakan energi secara bijak. Pembelian BBM sesuai kebutuhan akan membantu menjaga distribusi tetap stabil sehingga seluruh masyarakat dapat memperoleh akses energi secara merata,” kata Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV. Dumatubun.
Dia memastikan, pasokan BBM nasional saat ini berada dalam kondisi aman dan terkendali.
Stok BBM nasional berada pada kisaran sekitar 21 hari yang merupakan stok operasional dalam sistem logistik energi nasional untuk menjamin distribusi energi tetap berjalan lancar ke seluruh wilayah Indonesia.
Lanjutnya, stok operasional tersebut merupakan pasokan BBM yang disimpan dalam kapasitas penimbunan nasional dan siap disalurkan kepada masyarakat.
Jumlahnya bersifat dinamis karena secara rutin diperbarui melalui produksi kilang domestik maupun pengadaan impor yang telah direncanakan sebelumnya.
“Stok sekitar 21 hari yang dikelola Pertamina Patra Niaga merupakan stok BBM yang secara normal selalu dijaga dalam sistem logistik energi nasional. Stok ini terus dilakukan top-up / re-fill atau penambahan produk melalui produksi dari kilang domestik maupun pengadaan impor yang telah direncanakan jauh hari sebelumnya, secara rutin berkala juga dilakukan sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan BBM,” ujar Roberth.
Menurutnya, Pertamina Patra Niaga mengelola rantai pasok energi nasional secara terintegrasi mulai dari pengadaan minyak mentah dan produk BBM, pengolahan di kilang, proses transportasi, hingga distribusi ke berbagai daerah.
Sistem tersebut dirancang untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat dapat terpenuhi secara merata.
Selain itu, perusahaan juga terus memantau perkembangan dinamika geopolitik global, termasuk konflik di kawasan Timur Tengah, yang berpotensi memengaruhi rantai pasok energi dunia. Berbagai langkah mitigasi telah disiapkan untuk menjaga ketahanan energi nasional.
“Pertamina Patra Niaga terus memantau perkembangan situasi global dan telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif, antara lain melalui diversifikasi sumber pasokan minyak mentah dan produk BBM, penguatan ketahanan logistik dan distribusi, optimalisasi operasi kilang dalam negeri, serta peningkatan koordinasi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan,” jelas Roberth.







