Utama

10 Bulan Rusak Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Swadaya Bangun Jembatan Darurat Rumadian-Dian Maluku

×

10 Bulan Rusak Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Swadaya Bangun Jembatan Darurat Rumadian-Dian Maluku

Sebarkan artikel ini

Maluku Tenggara

LANGGUR, JENDELAMALUKU.COM – Jembatan Rumadian-Dian di Kecamatan Manyeuw, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), yang ambruk sejak 11 Maret 2025 hingga kini tak kunjung diperbaiki.

Ironisnya, jembatan ini menjadi akses vital bagi puluhan Ohoi di tiga kecamatan, Manyeuw, Hoat Sorbay dan Kei Kecil Barat, namun sama sekali nihil perhatian dari Pemprov Maluku dalam hal ini Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa.

Tak ingin berlama-lama menunggu janji Pemerintah Provinsi Maluku, sejumlah warga tampak ramai-ramai swadaya membangun jembatan darurat berbahan kayu agar tetap bisa dilintasi pejalan kaki jelang perayaan Natal dan Tahun Baru.

Aktivitas positif warga ini dibagikan di jejaring sosial Facebook oleh akun @Echie Watratan, dengan caption Hari pertama, Inisiatif dari bapak² dan anak² muda Ohoi Rumadian yg dipimpin oleh Bapak Dores Watratan membuat jembatan darurat untuk bisa dilewati. Sabtu (6/12/2025).

Khususnya bagi Basudara di Hoat Sorbay dan Kei Kecil Barat, akses ke Kota dimudahkan dengan jembatan darurat yg terbuat dari kayu..

Video berdurasi 1:20 detik ini, sontak viral dan menuai simpati warga net. Pasalnya polemik perbaikan jembatan ini menyedot perhatian banyak kalangan.

Nampak sejumlah bapak-bapak tengah mencoba menyambung satu per satu papan.

Beberapa kayu juga telah ditancapkan ke dalam laut, sementara tali pun dibentangkan di saat kondisi air tengah surut.

“Ok guys, hari ini kita kembali melewati jembatan yang rusak, terlihat bapak-bapak dan anak muda sedang berusaha membuat jembatan darurat dengan menggunakan kayu,” jelasnya.

Menurutnya, ini untuk persiapan hari raya Natal dan Tahun Baru 2026.

“Supaya akses ke Kota lebih dekat,” cetusnya.

Sementara pengerjaan nampak seorang pria tengah menyebrangi jembatan rusak tersebut, dengan menantang bahaya berjalan menaiki sisi jembatan menenteng tas kresek.

Kolom komentar unggahan pun dipenuhi simpati dan beragam komentar.

“Keren…!!! Kritis dan responsif,’” tulis akun @Nick Meturan Latuharary Kilbaren.

Hal senada pun dilontarkan akun @Zeamaes Us
“Kalau pemerintah MALRA, DPRD MALRA dan pemerintah provinsi Maluku tidak bergerak kasih viral kerusakan jembatan lalu buka open donasi mungkin ada masyarakat yang mau bantu kasih sumbangan agar pembangunan yang masyarakat desa ushakan ini berjalan lancar. ini akses penting untuk masyarakat kenapa belum di perbaiki sampai skrng oleh pemerintah,” ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan unggahan tersebut telah mendapatkan ditonton sebanyak 1.2 ribu kali.

Baca artikel menarik lainnya dari JENDELAMALUKU.COM Di CHANNEL TELEGRAM