TUAL, JENDELAMALUKU.COM – Polres Kota Tual, Provinsi Maluku, menggelar refleksi akhir tahun dengan memaparkan capaian kinerja dan evaluasi situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) sepanjang tahun 2025.
Dalam laporannya, Polres Tual mencatat tren positif berupa penurunan angka kejahatan secara umum di wilayah hukum Kota Tual.
Kapolres Lombok Barat, AKBP Adrian Tuuk mengungkapkan bahwa intensitas kejahatan di tahun 2025 mengalami penurunan sebesar 32.02 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Angka Kriminal Di Kota Tual Tahun 2025 mengalami penurunan menjadi 121 kasus atau 32,02 Persen dibandingkan tahun 2024 yakni sebanyak 178 Kasus,” ungkapnya. Rabu (31/12/2025).
Menurutnya, jenis kasus yang mengalami penurunan pada tahun 2025 yakni Kasus Pencurian yang sebelumnya tercatat 33 kasus menjadi 10 kasus, kekerasan bersama dari 22 kasus menjadi 11 kasus,
Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dari 12 kasus menjadi 4 kasus, Kekerasan terhadap anak 12 kasus menjadi 4 kasus.
“Kami melakukan pencegahan terlebih dahulu atas kasus yang dahulu cukup tinggi, pendekatan representatif ini yang kita kedepankan,” kata dia.
Kapolres memaparkan, terkait data kasus penangkapan Narkotika yang terjadi pada tahun 2024 sebanyak 4 kasus, dengan barang bukti sebanyak 2,09 Gram, pada tahun 2025 terdapat 5 kasus dengan ju lah barang bukti sebanyak 10,55 Gram.
Sementara, lanjutnya untuk kasus pemberantasan miras pada tahun ditahan 3,446 Liter miras jenis sopi, pada tahun 2025 Polres Tual berhasil mengamankan 1.024 Liter.
“Di sisi lain data Kejadian kecelakaan lalu lintas di 2025 mengalami penurunan signifikan. Hal ini dapat terlihat pada angka kasus laka lantas pada tahun 2024 tercatat 27 kejadian, kini hanya 14 kejadian dan Korban meninggal dari 32 jiwa menjadi 18 korban jiwa,” ujarnya.
Perubahan juga terjadi pada catatan Tilang yang sebelumnya 1.297 Tilang mengalami penurunan menjadi 984 tilang.
“Memasuki tahun 2026, kami berkomitmen mengoptimalkan pelayanan dan memperkuat patroli dialogis di jalur rawan. Kami ingin masyarakat menjadi mitra kunci dalam menjaga kondusivitas wilayah,” pungkasnya.







