AMBON, JENDELAMALUKU.COM – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Anna Latuconsina, menggelar kegiatan penyerapan aspirasi masyarakat bertema “Ekonomi Kerakyatan yang Berkeadilan” bersama mahasiswa Universitas Terbuka (UT) Ambon, Selasa (2/12/2025).
Kegiatan ini menjadi forum interaktif untuk menampung masukan dan pertanyaan langsung dari generasi muda terkait pelaksanaan program ekonomi kerakyatan di Maluku.
Pantauan JendelaMaluku.com, antusiasme peserta terlihat jelas.
Mahasiswa aktif menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari isu ketenagakerjaan hingga pengembangan koperasi di daerah.
Direktur Universitas Terbuka, Yuli Tirtariandi El Anshori, menyambut baik kegiatan ini.
Ia menekankan bahwa forum ini menjadi kesempatan langka bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi langsung kepada anggota DPD.
“Sangat perlu, dengan kapasitas DPD ini kesempatan langka. Untuk itu, peserta kegiatan bisa langsung menyampaikan aspirasi terkait tema yang diangkat. Misalnya, yang lagi tren Koperasi Merah Putih – Bu, kalau kami ingin buka koperasi Merah Putih bagaimana mekanismenya? Semoga dari kegiatan ini, Ibu Anna bisa menyerap aspirasi para peserta dan ditindaklanjuti ke pengambil kebijakan, baik di daerah maupun pusat,” ungkap Yuli.
Beberapa peserta berbagi aspirasi secara langsung.
Mahasiswa Maglon menyinggung soal Upah Minimum Provinsi (UMP), berharap pada 2026 meningkat 20 persen dibanding 2024.
Ia juga menyoroti Koperasi Merah Putih di daerahnya, Seram Selatan, tepatnya di Tehoru Telutih, yang masih kurang dikenal masyarakat.
Para dosen yang hadir juga menyampaikan kendala terkait usaha koperasi yang sudah dibangun sebelum Pemilu 2024 namun masih terkendala regulasi pemerintah pusat.
Anna Latuconsina menekankan, sebagai anggota DPD dan MPR dari Dapil Provinsi Maluku, tugas utamanya adalah mendengarkan aspirasi masyarakat di dapilnya.
Ia sengaja melibatkan mahasiswa UT Ambon karena juga merupakan alumni Universitas Terbuka.
“Saya bangga, jadi kalian juga harus bangga. Saya cukup lama kuliah, tapi alhamdulilah bisa terselesaikan. Ada yang bilang kuliah itu untuk mendapatkan pekerjaan, tapi ada juga yang bilang kuliah untuk menciptakan lapangan pekerjaan,” ujar Anna.






