AMBON, JENDELAMALUKU.COM – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Maluku Husada hari ini resmi mewisudakan sebanyak 731 lulusan dari lima program studi, Sabtu (29/11/2025).
Kelima program studi itu, yakni Keperawatan, Kesehatan Masyarakat, Farmasi, Kebidanan, dan Radiologi.
Jumlah ini menjadi salah satu capaian terbesar kampus dalam menyiapkan sumber daya manusia kesehatan untuk Maluku dan Indonesia Timur.
Ketua STIKES Maluku Husada, Dr. Apt. Lukman La Basy mengatakan, tahun ini menjadi momen penting karena kampus untuk pertama kalinya mewisudakan lulusan dari Program Studi Radiologi, satu-satunya prodi radiologi yang ada di wilayah Maluku dan Maluku Utara.
“Tahun ini kami pertama kali mewisudakan lulusan Program Studi Radiologi, dan mereka mencatat hasil yang membanggakan dengan kelulusan uji kompetensi mencapai 98 persen,” ujar Lukman.
Ia menjelaskan, mahasiswa Radiologi mendapatkan pembelajaran yang lengkap, mulai dari teori di kelas hingga praktik lapangan.
Untuk meningkatkan kompetensi, STIKES Maluku Husada mengirimkan para mahasiswa ke sembilan rumah sakit di Jakarta untuk mengikuti praktik kerja lapangan (PKL).
Lukman berharap, kehadiran lulusan radiologi dapat menjawab kebutuhan tenaga radiografi yang selama ini masih terbatas di Maluku.
“Kita semua tahu bahwa Maluku sangat membutuhkan tenaga radiografi. Harapannya, lulusan radiologi dari STIKES Maluku Husada dapat menjadi solusi bagi kebutuhan tenaga kesehatan di Maluku dan bahkan Indonesia Timur,” katanya.
Dengan hadirnya lulusan dari lima program studi, STIKES Maluku Husada menegaskan komitmennya sebagai institusi yang turut memperkuat ketahanan sektor kesehatan regional melalui pendidikan dan pengembangan SDM.
Pada kesempatan ini, Gubernur Maluku yang diwakili oleh Plt. Asisten Administrasi Umum Setda Maluku, Sartono Pining, turut hadir menyampaikan sambutan resmi pemerintah provinsi.
Ia menegaskan, tantangan kesehatan di Maluku cukup kompleks, mulai dari kondisi geografis yang luas dan berciri kepulauan hingga tuntutan peningkatan mutu fasilitas pelayanan kesehatan.
“Peran tenaga kesehatan semakin penting. Kehadiran para lulusan hari ini membawa harapan besar untuk memperkuat sistem kesehatan di Maluku,” jelasnya.
Sartono menambahkan, profesi tenaga kesehatan bukan sekadar pekerjaan teknis, tetapi juga panggilan kemanusiaan yang menuntut integritas dan dedikasi tinggi.
“Tanggung jawab seorang tenaga kesehatan bukan sekadar profesi, tetapi panggilan kemanusiaan. Saudara-saudara akan menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan, edukasi kesehatan, pencegahan penyakit, serta penanganan persoalan kesehatan masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan, sumpah dan janji profesi yang baru diucapkan harus menjadi pedoman moral bagi setiap lulusan dalam menjalankan tugas dan pengabdian.
Kepada wisudawan dan wisudawati, ia berpesan agar terus meningkatkan kompetensi karena dunia kesehatan berkembang pesat seiring kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Beranilah melangkah dan berkarya. Jadilah tenaga kesehatan profesional, berakhlak, dan membawa manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan terutama daerah Maluku yang kita cintai,” pesannya.(*)






