LANGGUR, JENDELAMALUKU.COM – Ketersediaan pangan lokal enbal di Pasar Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara, terpantau menurun menjelang perayaan Natal 2025.
Kondisi ini menyebabkan enbal mentah mulai sulit ditemukan di pasaran.
Berdasarkan pantauan Jendelamaluku.com, dua hari setelah Natal, Sabtu (27/12/2025) sejumlah lapak yang biasanya menjual enbal mentah tampak kosong.
Sementara itu, stok enbal olahan masih tersedia namun jumlahnya terbatas dan tidak sebanyak hari-hari biasa.
Penurunan pasokan ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat, khususnya pedagang kecil yang menggantungkan penghasilan dari penjualan enbal.
Salah satu pedagang enbal di Pasar Langgur, Mercy mengatakan, kelangkaan enbal telah terjadi sejak beberapa hari terakhir akibat berkurangnya pasokan dari desa-desa sentra produksi.
“Sejak tanggal 24 Desember pasokan enbal mulai berkurang,” ujar Mercy, Sabtu.
Ia menjelaskan, menurunnya produksi enbal tidak terlepas dari perayaan Natal.
Sebagian besar sentra produksi enbal berada di ohoi (desa) yang mayoritas penduduknya beragama Kristen, sehingga aktivitas produksi ikut terhenti sementara.
“Sentra produksi enbal seperti di Semawi, Gelanit, Wain, dan Ohoiren banyak yang libur karena Natal. Padahal konsumen tetap datang, tapi stok di pasar kosong,” jelasnya.
Di sisi lain, permintaan enbal justru meningkat pasca-Natal, terutama sejak 26 Desember hingga menjelang awal tahun.
Kondisi tersebut turut berdampak pada kenaikan harga enbal mentah yang kini mencapai sekitar Rp150 ribu per ikat, naik signifikan dari harga normal sebelumnya.
Melihat kondisi ini, para pedagang berharap adanya perhatian dan langkah dari pemerintah daerah untuk menyikapi keterbatasan pasokan pangan lokal tersebut.
“Kami berharap ada intervensi dari pemerintah daerah atau dinas terkait agar stok enbal bisa kembali tersedia dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi,” tutup Mercy.(*)







