TUAL, JENDELAMALUKU.COM – Ketua DPRD Maluku Benhur George Watubun, meminta masyarakat di Kota Tual menjaga keadaan kondusif selama Ramadan 1447 Hijriah guna memastikan kekhusyukan ibadah puasa.
Permintaan dan imbauan legislator daerah pemilihan Tual, Maluku Tenggara dan Aru ini menyusul peristiwa beruntun Penganiyaan diduga oknum Brimob Kompi 1 Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Maluku, terhadap siswa madrasah yang mengakibatkan korban meninggal dunia, Jumat 19 Februari 2026.
Juga konflik yang kembali pecah di Desa Fiditan Kota Tual pada Minggu 23 Februari 2026 malam.
Ia menyampaikan, Ramadan seharusnya dimaknai sebagai momentum untuk memperkuat nilai toleransi, kebersamaan, serta kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Ini momentum untuk berbenah diri kami harap masyarakat dapat kembali memahami makna dari bukan suci ramadhan,” tegasnya, Senin (23/2/2025).
Karena itu, warga diminta untuk saling menghargai, menjaga ucapan dan perilaku, serta menghindari tindakan yang dapat memicu gangguan Kamtibmas di lingkungan masing-masing.
Politisi PDI-Perjuangan tersebut menekankan pentingnya keterlibatan Pemerintah Daerah, tokoh agama, masyarakat, dan pemuda serta pengurus RT dan RW dalam menjaga situasi wilayah tetap tertib.
“Pengawasan bersama perlu dilakukan untuk mencegah berbagai aktivitas yang meresahkan,
Dan dapat menjadi pemicu konflik komunal maupun gesekan di masyarakat,” tandasnya.
Selain itu, ia menegaskan bahwa tanggung jawab menjaga kamtibmas tidak hanya berada pada aparat penegak hukum, melainkan menjadi kewajiban seluruh elemen masyarakat.
“Dengan partisipasi aktif masyarakat suasana Ramadan di Tual khusunya dan Maluku pada umumnya diharapkan dapat berlangsung aman, tertib, dan penuh keberkahan,” pungkasnya.







