LANGGUR, JENDELAMALUKU.COM — Kontestasi perebutan kursi Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) semakin seru.
Pasalnya, mekanisme pemilihan kali ini berbeda dibandingkan periode sebelumnya, seluruh proses penentuan calon kini mengacu pada kebijakan DPP melalui Dewan Pimpinan Wilayah (DPW).
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB, Abdul Manan Rahawarin, mengatakan mekanisme saat ini
tidak lagi sepenuhnya diusulkan oleh struktur di bawah.
“Jadi proses penjaringan dilakukan melalui tim formatur atau tim lima yang dibentuk oleh DPW dan disahkan oleh DPP,” jelasnya. Saat ditemui di salah satu cafe di kawasan BTN Tual, Minggu (12/4/2026).
Dikatakan, perubahan ini bertujuan untuk memastikan keselarasan arah kebijakan partai dari tingkat pusat hingga daerah.
“Maka dengan sistem tersebut, diharapkan kepemimpinan yang terpilih memiliki visi yang sejalan dengan target nasional PKB,” jelasnya.
Lebih jauh, dirinya menjelaskan proses penataan struktur telah dilakukan jauh sebelum Muscab digelar. Penjaringan calon ketua DPC dilakukan melalui berbagai kegiatan kaderisasi dan evaluasi internal yang berlangsung selama beberapa bulan terakhir.
“Kami sudah melakukan penataan ini jauh sebelum, sekira tujuh bulan lalu lantas diusulkan ke pusat untuk kemudian ditetapkan,” cetusnya.
Jadi ada 5 nama yang diusulkan yakni, dua anggota DPRD Malra aktif, Cristo Beruat, Adolf Markus Teniwut, juga mantan Ketua DPC PKB Malra Minduchri Koedoeboen, Eva Chrisye Putnarubun, Mudafarsyah Leisubun, dan Sayuti Temarwut yang diusulkan peserta.
“Nantinya 6 calon ini akan digodok dalam tahapan uji kepatutan dan kelayakan atau fit and proper test. Proses ini dilakukan dalam dua tahap, yakni di tingkat provinsi tahap pertama di tangal 1 hingga 10 Mei mendatang,” cetusnya.
Menurutnya, untuk tingkat pusat, dari tanggal 11 hingga 24 Mei setelan itu pelantikan serentak akan digelar di 23 Juli 2026 bertepatan dengan hari lahir PKB.
Tujuan dari mekanisme baru ini hanya untuk menghindari konflik internal, PKB berharap mampu menghasilkan pemimpin daerah yang lebih kompeten dan siap menghadapi tantangan politik ke depan.
“Kami pastikan prosesnya berjalan secara demokratis,” pungkasnya.







