AMBON, JENDELAMALUKU.COM – Pemerintah Kota Ambon mematangkan persiapan pelaksanaan uji coba digitalisasi Bantuan Sosial (Bansos) setelah ditetapkan sebagai salah satu dari 41 daerah percontohan di Indonesia.
Sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis mulai bergerak memenuhi persyaratan administratif dan teknis, dengan melibatkan pemerintah kecamatan hingga kelurahan.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kota Ambon, Ronald Lekransy mengatakan, digitalisasi bansos menjadi langkah strategis untuk meningkatkan ketepatan sasaran dan transparansi penyaluran bantuan.
“Melalui sistem digital, potensi kebocoran dapat diminimalkan, distribusi bantuan menjadi lebih cepat, dan penerima manfaat benar-benar sesuai dengan data yang valid,” ujarnya, Senin (13/4/2026).
Ia menjelaskan, digitalisasi bansos diarahkan untuk meningkatkan akurasi data penerima, memperkuat transparansi dan akuntabilitas karena seluruh proses tercatat secara digital, serta mempercepat penyaluran bantuan.
Selain itu, integrasi antarinstansi menjadi faktor penting guna mencegah tumpang tindih data dan memudahkan pengawasan secara real-time oleh pemerintah pusat maupun daerah.
Ronald menambahkan, dalam implementasinya terdapat peran kunci dari sejumlah OPD, terutama Dinas Sosial sebagai leading sector yang bertugas mengelola Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), melakukan verifikasi dan validasi calon penerima, serta menyalurkan bantuan.(*)






