JENDELAMALUKU.COM — Perum Bulog Kantor Wilayah Maluku dan Maluku Utara mencatat capaian pengadaan beras melampaui target dengan realisasi mencapai 104,32 persen atau sebesar 2.730.113 kilogram dari target 2.617.000 kilogram pada tahun ini.
“Capaian tersebut menunjukkan kinerja optimal jajaran Bulog di wilayah timur Indonesia dalam memastikan ketersediaan beras tetap terjaga. Kami optimistis, dengan fondasi yang semakin kokoh ini, upaya menuju swasembada pangan dan kedaulatan pangan nasional dapat terwujud secara berkelanjutan,” kata Pemimpin Wilayah Perum Bulog Maluku–Malut Rudi Senawi Tahir, di Ambon, Jumat.
Keberhasilan ini menjadi bagian dari kontribusi daerah terhadap penguatan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP), sekaligus memastikan distribusi beras berjalan lancar dan merata, khususnya di wilayah Maluku dan Maluku Utara yang memiliki tantangan geografis tersendiri.
Secara nasional, Perum Bulog juga mencatat capaian bersejarah dengan stok beras yang untuk pertama kalinya menembus angka 5 juta ton. Hingga 23 April 2026, total stok beras yang tersimpan di gudang Bulog mencapai 5.000.198 ton.
Direktur Utama Perum Bulog Letnan Jenderal TNI (Purn) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, menyebut capaian tersebut sebagai bukti nyata komitmen negara dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di seluruh Indonesia.
“Pencapaian 5 juta ton ini adalah wujud komitmen BULOG dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras,” ujarnya saat mendampingi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam inspeksi mendadak di Gudang Filial Bulog Cabang Karawang.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman turut mengapresiasi kinerja Bulog beserta seluruh jajarannya yang dinilai berhasil menjaga cadangan beras pemerintah dalam kondisi aman.
Capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif berbagai pihak dalam memperkuat ekosistem pangan nasional. Dengan cadangan yang kuat, Bulog berperan strategis dalam meredam gejolak harga, mengantisipasi kondisi darurat, serta mendukung berbagai program bantuan pangan pemerintah.







