JENDELAMALUKU.COM – Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia meminta jemaah haji Indonesia mulai mengatur pola aktivitas dan menjaga kondisi fisik menjelang fase puncak ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Imbauan ini disampaikan seiring meningkatnya mobilitas jemaah menuju Makkah dan kedatangan jemaah gelombang kedua melalui Bandara Jeddah.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaff, mengatakan operasional haji Indonesia pada Sabtu (16/5/2026) telah memasuki hari ke-26 dengan seluruh layanan berjalan relatif lancar, mulai dari keberangkatan, akomodasi, konsumsi, transportasi, layanan kesehatan hingga pembinaan ibadah.
Menurut Maria, menjaga kebugaran menjadi perhatian utama menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Karena itu, jemaah diminta tidak terlalu banyak melakukan aktivitas berat maupun ibadah sunnah yang menguras tenaga, terutama di luar hotel saat cuaca panas.
“Jemaah sebaiknya mulai menghemat energi, memperbanyak istirahat, dan membatasi kegiatan yang tidak mendesak. Jangan memaksakan diri beraktivitas di luar hotel pada siang hari,” kata Maria dikutip dari laman resmiKementerian Haji dan Umrah.
Data terbaru mencatat sebanyak 379 kelompok terbang (kloter) dengan total 146.622 jemaah serta 1.513 petugas telah diberangkatkan ke Arab Saudi.
Sementara perpindahan jemaah dari Madinah menuju Makkah juga terus berlangsung secara bertahap.
Hingga saat ini, tercatat 312 kloter dengan 120.507 jemaah dan 1.248 petugas sudah tiba di Makkah.
Adapun kedatangan jemaah gelombang kedua melalui Bandara King Abdul Aziz International Airport, Jeddah, mencapai 103 kloter dengan 39.388 jemaah dan 413 petugas. Selain itu, sebanyak 7.146 jemaah haji khusus juga telah tiba di Arab Saudi.
Maria menekankan bahwa kesiapan fisik dan mental menjadi faktor penting agar jemaah dapat menjalani seluruh rangkaian ibadah dengan baik.
Ia mengimbau jemaah menjaga pola makan, memperbanyak konsumsi air putih, serta segera melapor kepada petugas bila mengalami gangguan kesehatan.
“Kalau merasa lemas, pusing, sesak napas, demam, atau ada keluhan lain, segera sampaikan kepada petugas kesehatan atau petugas kloter,” ujarnya.
Perhatian khusus juga diberikan kepada jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, dan kelompok risiko tinggi agar terus didampingi oleh ketua rombongan, ketua regu, maupun petugas kesehatan.
Selain kesehatan, pemerintah juga mengingatkan jemaah gelombang kedua untuk memahami kembali tata cara ihram sebelum berangkat menuju Makkah.







