TUAL, JENDELAMALUKU.COM – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdik) Kota Tual, Zein Nuhuyanan minta masyarakat lebih bijaksana dalam menyikapi persoalan yang terjadi di SDN 25 Tam Ngurhir, Kecamatan Tayando Tam.
Permintaan tersebut dikemukakan, menyusul aksi boikot aktivitas belajar mengajar yang dilakukan oleh Serikat mahasiswa pemuda dan pelajar Tam (SEMMPAT) pada 17 Mei 2026 lalu.
“Kami meminta masyarakat agar dapat menyikapi segala persoalan dengan bijaksana, proses belajar mengajar harus tetap dilaksanakan oleh para siswa-siswai di satuan pendidikan terkait,” ujarnya. Saat dikonfirmasi melalui sambungan telpon, Selasa (19/5/2026).
Menurut dia, terkait tudingan masyarakat ihwal Kepala Sekolah (Kepsek) yang mangkir selama satu tahun telah diterima dan akan segera menunggu keputusan dari Pemkot Tual.
“Kemarin kami telah menerima audiensi dari SEMMPAT di ruangan Plt Sekda Tual, dan membicarakan terkait proses permasalahan yang tengah berlangsung,” ujarnya.
Dirinya pun mengakui, penolakan masyarakat terhadap Kepsek ini telah terjadi sejak pertama kali bertugas, pasalnya masyarakat menginginkan orang asli yang seharusnya bertugas di satuan pendidikan terkait.
“Sudah pernah kami utarakan, dan meminta kebijakan pimpinan daerah terhadap masalah ini, Kepsek juga telah melakukan setiap bentuk pendekatan agar dapat diterima masyarakat dan bertugas secara normal, namun tetap saja masih ada penolakan,” jelasnya.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tual juga telah memetakan putra-putri dari Desa Tam Ngurhir untuk dapat melaksanakan tugas disana, namun kebanyakan telah bertugas di satuan pendidikan di lingkup Kota Tual.
“Untuk itu kami meminta masyarakat agar dapat juga bijak menyikapi keputusan dari Pemerintah, kami juga mempunyai kualifikasi untuk menentukan Kepsek yang akan mengemban amanah,” kata dia.
Nuhuyanan pun meminta agar masyarakat dapat mendukung kegiatan belajar mengajar di satuan pendidikan terkait.
“Kami berharap semua masyarakat di Tam Ngurhir untuk tetap mendukung kegiatan belajar mengajar jangan sampai dengan aksi ini menghambat semua aktivitas teristimewa masuk pada dua momen penting ke depan yaitu pengumuman hasil ujian dan naik kelas,” pungaksnya.







