TUAL, JENDELAMALUKU.COM – Peserta Sail to Indonesia 2026, bakal diajak berkeliling Kota Tual, Maluku, dengan berkunjung ke beberapa destinasi wisata di bumi bertajuk Marren tersebut.
Perjalanan dengan tajuk “The Kei Archipelago Blue Corridor Experience” ini peserta diajak berpetualang menjelajah kearifan lokal sambil disajikan model pengembangan pariwisata bahari yang mengintegrasikan konservasi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
Pemerintah Kota Tual dengan bangga menyambut komunitas pelayaran internasional sebagai salah satu Official Host Destination dalam penyelenggaraan Sail To Indonesia 2026 yang akan berlangsung pada 15 hingga 22 Juli 2026 di Kepulauan Kei.
Berada di jantung kawasan Coral Triangle, Kepulauan Kei menawarkan perpaduan keindahan laut tropis, pantai pasir putih, budaya bahari yang kuat, serta keramahan masyarakat yang menjadi ciri khas Kota Tual,
Penyelenggaraan ini tidak hanya menghadirkan rally yacht tahun internasional, tetapi juga memperkenalkan model pengembangan pariwisata bahari yang mengintegrasikan konservasi lingkungan, budaya lokal, dan pemberdayaan masyarakat.
Selama delapan hari penyelenggaraan, peserta akan mengikuti berbagai program resmi, antara lain:
Official Welcome Ceremony, Perayaan Hari Ulang Tahun Kota Tual, Bair Blue Lagoon Experience
Community Legacy Day, One Yacht, 0ne Legacy Ceremony Maritime Blessing Ceremony, The Legacy Sail Farewell Under the Kei Stars.
Salah satu keunggulan Sail To Indonesia 2026 di Kota Tual yakni pelaksanaan program konservasi laut berbasis masyarakat yang menjadi bagian dari Official Host Programme.
Program tersebut meliputi: Edukasi Blue Carbon,
Rehabilitasi terumbu karang Konservasi padang lamun, Restorasi teripang Kearifan lokal Sasi Laut
Pengembangan pariwisata bahari berbasis masyarakat.
Melalui pendekatan tersebut, peserta tidak hanya menikmati keindahan Kepulauan Kei, tetapi juga diajak menjadi bagian dari upaya bersama
menjaga kelestarian laut bagi generasi mendatang.
Walikota Tual Akhmad Yani Renuat menyampaikan.
Sail To Indonesia 2026, bukan hanya tentang menyambut yacht internasional, tetapi juga memperkenalkan Kota Tual sebagai destinasi
yang memadukan pariwisata, budaya, konservasi, dan pemberdayaan masyarakat.
“Kami mengundang para pelayar dunia untuk merasakan keramahan masyarakat Kei dan bersama-sama menjaga laut sebagai warisan
bersama,” pintanya. Kamis (14/7/2026).
Menurutnya, Pemkot Tua juga membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah, perguruan tinggi, organisasi konservasi, dunia usaha, dan mitra
internasional yang memiliki visi yang Sama dalam pengembangan pariwisata bahari berkelanjutan dan perlindungan ekosistem pesisir.






