AmbonBerita

Sebar 30 Lebih Pertashop di Pulau Ambon, Pertamina ‘Pecah’ Kepadatan SPBU dan Jangkau Area Pelosok

×

Sebar 30 Lebih Pertashop di Pulau Ambon, Pertamina ‘Pecah’ Kepadatan SPBU dan Jangkau Area Pelosok

Sebarkan artikel ini
30/9/2026 - Pertashop
AMBON: Pertashop Natsepa. (dok. JendelaMaluku.com)

AMBON, JENDELAMALUKU.COM – Upaya pemerataan akses energi Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah kepulauan terus diperluas oleh PT Pertamina Patra Niaga.

Melalui kehadiran outlet pengisian BBM modular (Pertashop), Pertamina tidak hanya menjangkau masyarakat di kawasan yang belum terlayani SPBU besar, tetapi juga efektif mengurai antrean dan kepadatan lalu lintas di SPBU reguler.

Sales Branch Manager (SBM) Maluku 1 PT Pertamina Patra Niaga, Afif Nur Yulian mengungkapkan, sebaran jaringan Pertashop di Pulau Ambon saat ini telah mencapai puluhan titik yang terbagi di dua wilayah administratif.

“Kota Ambon sendiri punya 10 titik Pertashop. Sementara kawasan Maluku Tengah itu lebih banyak lagi, ada 20 lebih Pertashop yang beroperasi,” sebut Afif Nur Yulian saat ditemui di Pertashop Suli (Natsepa), Kabupaten Maluku Tengah.

Baja Juga :  Kolaborasi Komunitas, Ojol, dan UMKM Warnai Program BEDUKK Ramadan Pertamina Patra Niaga di Timur Indonesia

Menutup Celah Layanan SPBU Reguler

Kehadiran lebih dari 30 titik Pertashop di Pulau Ambon menjadi jawaban atas kondisi geografis wilayah yang luas, di mana titik SPBU skala besar belum dapat menjangkau seluruh pemukiman warga.

“Jadi dengan adanya keberadaan Pertashop ini dia membantu untuk masyarakat yang memang belum terdapat SPBU yang skala reguler atau SPBU besar. Sehingga memang tujuan Pertashop ini kita adakan adalah untuk menutup kebutuhan dari konsumen yang selama ini belum terlayani oleh keberadaan SPBU reguler kami,” terang Afif.

30/9/2026 - Afif Nur Yulian
PERTASHOP: Sales Branch Manager (SBM) Maluku 1 PT Pertamina Patra Niaga, Afif Nur Yulian saat diwawancarai awak media di SPBU Natsepa, 30/9/2026).
(dok.JendelaMaluku.com)

Selain mendekatkan BBM berkualitas ke pemukiman dan kawasan wisata, keberadaan Pertashop juga berfungsi memperlancar lalu lintas dengan memecah konsentrasi penumpukan kendaraan di titik-titik SPBU reguler yang padat.

“Kami melihat apakah kebutuhan eksisting sudah dapat dipenuhi oleh lembaga penyalur yang ada. Misalnya di Paso ada SPBU, tetapi kondisi lalu lintas di sana cukup padat (crowded). Hal itu menjadi pertimbangan bahwa keberadaan Pertashop di sini akan sangat membantu dan memudahkan konsumen untuk terlayani,” paparnya.

Baja Juga :  Resmikan SMPN 13 Tual, Kadis Pendidikan Ajak Orang Tua Daftar di Sekolah Sesuai Domisili

Pertimbangkan Kelayakan Ekonomi Mitra Investor

Dalam mengevaluasi potensi pembukaan titik Pertashop baru, Pertamina menerapkan kajian komprehensif.

Selain mempertimbangkan potensi kebutuhan BBM masyarakat dan proyek pembangunan daerah, aspek keekonomian bagi mitra bisnis juga menjadi perhatian utama.

“Kami harus memperhitungkan kelayakan ekonomi dalam pendirian lembaga penyalur ini agar memberikan manfaat bagi mitra. Jangan sampai demi mengejar jumlah titik, kita memaksakan pembukaan yang justru tidak ekonomis. Pendirian Pertashop harus saling menguntungkan, baik bagi Pertamina, masyarakat konsumen, maupun investor mitra kerja kami,” tegas Afif.

Baca artikel menarik lainnya dari JENDELAMALUKU.COM Di CHANNEL TELEGRAM