AmbonBeritaMalukuMaluku TenggaraTualUtama

Maluku Perkuat Pencegahan Karhutla, Hotspot Tertinggi di Buru dan SBT

×

Maluku Perkuat Pencegahan Karhutla, Hotspot Tertinggi di Buru dan SBT

Sebarkan artikel ini

Maluku

 

 

AMBON, JENDELAMALUKU.COM — Dinas Kehutanan Provinsi Maluku memperkuat pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) seiring meningkatnya titik panas di sejumlah wilayah.

Kepala Dinas Kehutanan Maluku, Haikal Baadila, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi sejak awal dengan BPBD, BMKG, TNI dan Polri untuk mengantisipasi dampak El Nino yang melanda hampir seluruh wilayah Maluku.

“Kami sejak awal sudah melakukan rapat koordinasi dengan instansi terkait untuk mengantisipasi kejadian El Nino,” kata Haikal via WhatsApp, Kamis (8/10).

Upaya pencegahan yang dilakukan meliputi patroli rutin, kampanye kepada masyarakat, dan pemantauan hotspot harian melalui aplikasi Sipongi milik Kementerian Kehutanan.

Masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, dan segera melapor jika menemukan titik api.

Baja Juga :  Pererat Kebersamaan Ramadan, GASMEN Maluku Turun ke Jalan Bagi Takjil

Untuk penanganan, Dishut menyiapkan personel di 11 kabupaten/kota dengan peralatan sederhana hingga tiga unit mobil pemadam kebakaran di tingkat provinsi. Penanganan juga melibatkan UPT Kementerian Kehutanan, termasuk Balai Pengendalian Karhutla Wilayah Maluku-Papua.

Haikal menjelaskan, pembagian tanggung jawab berdasarkan status kawasan. Kawasan hutan produksi dan lindung menjadi kewenangan Dishut, kawasan konservasi ditangani pengelola konservasi, sementara hotspot di area konsesi menjadi tanggung jawab pemegang izin.

Tantangan utama adalah geografis Maluku sebagai provinsi kepulauan yang membuat mobilisasi personel membutuhkan waktu lama. Untuk itu, Dishut membentuk kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) sebagai garda terdepan di lapangan.

“Rentang kendali cukup jauh. Karena itu kami bentuk MPA agar sedini mungkin bisa menanggulangi Karhutla,” ujarnya.

Dishut juga akan memberikan bantuan peralatan, salah satunya pompa jinjing yang dapat dibawa ke lokasi yang tidak terjangkau mobil damkar.

Baja Juga :  Jaga Kamtibmas, Polres Tual Gelar Apel Kesiapan Tim Penanganan Begal

Berdasarkan data Sipongi, Maluku berada di urutan kedelapan nasional dalam jumlah hotspot. Titik panas mulai terdeteksi sejak Agustus, memuncak September, dan mulai melandai pada Oktober.

Hotspot terbesar berada di Kabupaten Buru, Buru Selatan, Seram Bagian Timur, Maluku Tengah khususnya Seram Utara, dan Seram Bagian Barat. Hotspot juga tercatat di Kepulauan Tanimbar, Aru, dan Maluku Barat Daya.

Terkait kepulan asap yang menyelimuti Kota Ambon dalam beberapa hari terakhir, hasil koordinasi dengan BMKG menunjukkan sebagian besar asap berasal dari Karhutla di Papua Selatan, bukan dari Maluku.

“Sejauh ini belum ada dampak Karhutla di Maluku terhadap kesehatan maupun transportasi,” kata Haikal.

Baca artikel menarik lainnya dari JENDELAMALUKU.COM Di CHANNEL TELEGRAM