LANGGUR,JENDELAMALUKU.COM – Bupati Maluku Tenggara (Malra), Muhamad Thaher Hanubun menegaskan alokasi anggaran Festival Pesona Meti Kei (FPMK) hanya sebesar Rp 300 juta.
Hak tersebut diutarakan, setelah mendapat tanggapan dan apresiasi dari Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa.
“Event ini hanya menghabiskan anggaran Rp 300 juta,” ujarnya dalam sambutan pada penutupan FPMK 2026.
Menurutnya, anggaran tersebut mungkin bagi sebagian orang mustahil namun itulah fakta sebenarnya.
“Mungkin kemegahan acara, penampilan seni budaya, serta keterlibatan masyarakat dalam festival itu dinilai membutuhkan biaya lebih dari Rp. 1 miliar,* imbuhnya.
“Kunci keberhasilan penyelenggaraan festival bukan terletak pada besarnya anggaran, melainkan pada semangat gotong royong, swadaya masyarakat Kei, serta dukungan penuh seluruh organisasi perangkat daerah (OPD),” cetusnya.
Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, urainya menjadi kekuatan utama dalam menghadirkan festival yang meriah sekaligus memperlihatkan kekayaan budaya dan potensi pariwisata Maluku Tenggara.
Dirinya juga memberikan apresiasi khusus kepada sekitar 4.000 siswa yang tampil membawakan tarian Goyang Meti Kei dalam rangkaian festival tersebut.
Ia mengaku bangga melihat ribuan pelajar itu mampu menampilkan gerakan yang kompak dan seragam, meskipun sebelumnya mereka berlatih di sekolah masing-masing tanpa latihan bersama secara menyeluruh.
“Mereka latihan di sekolah masing-masing, hari ini baru kumpul dan menari dengan gerakan yang sama. Luar biasa,” pungkasnya.







