AmbonBeritaMaluku

Dari Hulaliu ke Karang Panjang, Kisah Semi Laisina Disabilitas Inspiratif Jadi Staf Khusus Ketua DPRD Maluku

×

Dari Hulaliu ke Karang Panjang, Kisah Semi Laisina Disabilitas Inspiratif Jadi Staf Khusus Ketua DPRD Maluku

Sebarkan artikel ini

Maluku

LANGGUR, JENDELAMALUKU.COM – Memiliki keterbatasan fisik, bukan berarti penghalang untuk menjadi sukses dan menginspirasi banyak orang.

Dari pemuda biasa asal Hulaliu, Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, Semi Laisina (34) atau akrab disapa Memi sukses melangkahkan kaki ke Kantor DPRD Maluku yang beralamat di Karang Panjang, Ambon.

Ialah Ketua DPRD Maluku periode 2024-2029 Benhur George Watubun (BGW), Politisi yang memperkerjakan penyandang disabilitas sebagai staf khusus (Stafsus) dengan status terkini Pegawai PPPK.

BGW dan Istri Mutiara Watubun dikenal getoel memperjuangkan hak penyandang disabilitas, lewat Yayasan Marhaen.

Di beberapa gelaran rapat dengar pendapat dengan mitra. Politisi PDI-Perjuangan tersebut kerap memperjuangan fasilitas ramah disabilitas di kantor pelayanan publik maupun akses jalan diatas trotoar.

Memberdayakan penyandang disabilitas, ternyata terlah dituangkan bukan hanya lewat perjuangan melahirkan kebijakan namun bukti nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Baja Juga :  Garda Terdepan Pertamina Patra Niaga Tetap Layani Energi Sepenuh Hati selama Libur Idul Fitri

Memi merupakan penyandang disabilitas fisik sejak lahir (tangan dan kaki) namun dirinya tidak pernah merasa berkecil hati beraktivitas di ruang publik.

“Saya dipekerjakan bapak BGW sejak periode pertama menjabat anggota DPRD Maluku sekira tahun 2020 saat beliau dilantik,” ujar Memi, Kamis (22/10/2026).

Dirinya mengisahkan, berjumpa dan berkenalan pertama kali dengan BGW saat Herman Adrian Koedoboen maju sebagai calon Gubernur Maluku sekira tahun 2018.

“Jadi kurang lebih delapan tahun mengenal sosok bapak BGW,” kata dia sembari tersenyum.

Saat ditanya, alasan spesifik apa sehingga diangkat menjadi stafsus dirinya hanya menjawab singkat mungkin karena sudah kenal.

“Kalau alasan tertentu tidak terlalu tau, tapi mungkin karena sudah kenal,” singkatnya.

Perjalanannya menjadi disabilitas yang mandiri dan berdaya cukup terjal, apalagi sorotan masyarakat yang baru pertama kali melihat dirinya melintas. Namun, kesempatan yang diberikan dan keinginan untuk bangkit menjadi bahan bakar semangatnya.

Baja Juga :  Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Ambon Hari Ini, Minggu 17 Maret 2024

Pemdukung timnas Spanyol tersebut menguraikan, BGW merupakan sosok yang baik dan support sistem pertama yang selalu memberikan semangat dan nasehat agar tidak merasa insecure saat berbaur di banyak orang.

“Pasti ada rasa tidak percaya diri, kita bekerja di tengah pegawai yang ganteng, cantik juga sempurna, Puji Tuhan BGW mampu memberikan dukungan moril karena keterbatasan bukan penghalang,” kata dia.

Dirinya mengakui kerap kena marah dari BGW namun beliau baik dari hati.

“Walau liat wajahnya bapak BGW seram tapi hatinya baik, bapak bukan pendendam yang menyimpan amarah, habis marah ya saya dipanggil untuk makan sama-sama lagi,” urainya sembari tertawa.

Jangan Lewatkan Berita Terbaru!

Baca artikel menarik lainnya dari JENDELAMALUKU.COM di Channel Telegram kami.

✈ GABUNG CHANNEL TELEGRAM