Kejadian ini menunjukkan adanya ketidakkonsistenan prosedur internal, lemahnya pengawasan, dan potensi penyalahgunaan wewenang dalam operasional Citilink.
Sebagai bagian dari grup Garuda Indonesia, Citilink seharusnya menjunjung tinggi prinsip transparansi, akuntabilitas, dan etika pelayanan publik.
“Kami meminta klarifikasi resmi dari maskapai, kembalikan biaya bagasi, dan melakukan investigasi internal menyeluruh terhadap oknum pegawai yang terlibat dalam penerimaan uang di luar sistem resmi,” pungkasnya.







