Program ini dirancang khusus untuk mendorong keterlibatan aktif ayah dalam pengasuhan harian guna membentuk benteng ketahanan keluarga yang kokoh terhadap kerentanan sosial dan kesehatan, termasuk mendukung percepatan penurunan stunting.
“Kami ingin ayah-ayah di Indonesia, termasuk di Maluku, untuk kembali hadir dalam keluarga. Bukan hanya sebagai pencari nafkah, tapi juga ikut melakukan pengasuhan bagi anak-anak,” tegas Edi.
Melalui gerakan ini, BKKBN Maluku berkomitmen meningkatkan kesadaran publik dalam memperkuat ketahanan keluarga lewat optimalisasi peran ayah.
Edi menekankan, fokus kali ini sengaja diarahkan kepada figur ayah karena peran ibu dalam domestik dan pengasuhan sudah berjalan maksimal selama ini.
“Kenapa enggak peran ibu? Karena ibu tentu saja sudah berperan dalam pengasuhan keluarga. Kami ingin ada keterlibatan pengasuhan ayah dalam keluarga,” pungkas Edi.(*)






