AMBON, JENDELAMALUKU.COM – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) GASMEN Maluku mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi.
Ajakan tersebut disampaikan menyusul maraknya penyebaran isu provokatif dan hoaks yang berpotensi mengganggu keamanan serta kerukunan di tengah masyarakat.
Ketua DPD GASMEN Maluku, Rifki Derlen mengatakan, derasnya arus informasi di era digital memberikan kemudahan bagi masyarakat memperoleh berbagai informasi.
Namun, kondisi tersebut juga membuka peluang penyebaran hoaks, ujaran kebencian, hingga narasi yang sengaja dibuat untuk memecah belah persatuan.
“Kami mengajak seluruh elemen pemerintah dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas. Jangan sampai ada pihak-pihak yang sengaja memecah belah persatuan yang selama ini telah kita bangun bersama,” kata Rifki, Kamis (6/8/2026).
Ia mengingatkan masyarakat agar selalu bersikap kritis ketika menerima informasi, khususnya yang bernuansa provokatif.
Menurutnya, setiap informasi perlu diverifikasi terlebih dahulu sebelum dipercaya maupun disebarluaskan.
Rifki menegaskan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat TNI dan Polri.
Pemerintah daerah, tokoh masyarakat, pemuda, organisasi kemasyarakatan, hingga seluruh lapisan masyarakat memiliki peran yang sama dalam menjaga situasi tetap kondusif.
Sebagai organisasi kemasyarakatan, GASMEN Maluku menyatakan siap memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, TNI, dan Polri dalam menjaga stabilitas keamanan daerah.
“Stabilitas keamanan merupakan fondasi penting bagi pembangunan daerah, pertumbuhan ekonomi, serta terwujudnya kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Rifki, perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi dan tidak boleh dijadikan alasan untuk menimbulkan perpecahan.
Ia menilai setiap persoalan harus diselesaikan melalui komunikasi, dialog, dan musyawarah.
“Kita harus menunjukkan kepada Indonesia bahwa Maluku adalah rumah yang aman, damai, dan penuh persaudaraan. Kami mendukung penuh langkah-langkah pemerintah bersama TNI dan Polri dalam menjaga stabilitas keamanan daerah,” katanya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial.
Rifki menilai setiap unggahan yang dibagikan memiliki dampak sehingga pengguna media sosial harus memastikan informasi yang disebarkan benar dan tidak menimbulkan keresahan.
“Jangan sampai jempol kita menjadi sumber masalah. Saring sebelum sharing dan jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya,” pesannya.







