BeritaTual

Kisah Nining, Mantan Ketua BEM di Kampus Tual yang Jualan Kopi demi Menuntaskan Kuliah

×

Kisah Nining, Mantan Ketua BEM di Kampus Tual yang Jualan Kopi demi Menuntaskan Kuliah

Sebarkan artikel ini
17/9/2026 - Nining
TUAL: Nining saat menanti pelanggan Sekian Kopi di kawasan Bundaran Marren, Kota Tual.

TUAL, JENDELAMALUKU.COM – Terik matahari tak menyurutkan langkah Nining Hukubun mengayuh gerobak merah bertuliskan Sekian Kopi menuju Bundaran Marren, kawasan depan DPRD Kota Tual, Maluku, Rabu (16/9/2026).

Setibanya di lokasi, perempuan berusia 21 tahun itu langsung mempersiapkan perlengkapan jualan.

Gelas plastik, es, dan racikan kopi disiapkan untuk melayani pelanggan yang mulai berdatangan.

Bagi sebagian orang, aktivitas tersebut mungkin terlihat sederhana.

Namun, bagi Nining, berjualan kopi merupakan bagian dari perjuangan untuk mewujudkan impian menyelesaikan pendidikan tinggi.

Nining merupakan mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Darul Rachman Tual.

Di tengah kesibukannya berjualan, ia kini berupaya mengumpulkan biaya untuk menyelesaikan semester akhir dan tugas kuliahnya.

“Awalnya beta (saya) butuh biaya untuk melunasi semester akhir, dan memang tidak mau menyusahkan orang tua,” ungkap Nining saat berbincang dengan Jendelamaluku.com.

Baja Juga :  PLN ULP Namlea Intensif Lakukan Pemulihan Gangguan Kelistrikan Akibat Cuaca Ekstrem di Kabupaten Buru

Ia mengakui, keputusan untuk berjualan kopi sempat membuatnya merasa minder. Terlebih, ketika melihat teman-teman seusianya tampil dengan gaya hidup yang berbeda.

“Jujur insecure dan pengen nangis. Di usia mereka menikmati hidup, namun beta harus banting tulang. Tapi waktu mendewasakan karena pergumulan hidup semua orang berbeda-beda. Ini mungkin jalannya beta harus mengejar mimpi lulus kuliah,” tuturnya.

Selama kurang lebih empat bulan enam hari menjalani pekerjaan tersebut, Nining bekerja dalam dua pembagian waktu.

Ia mulai berjualan sejak pukul 10.00 WIT hingga pergantian sif pada pukul 18.00 WIT.

Di bawah pengelolaannya, penjualan Sekian Kopi turut mengalami peningkatan. Promosi melalui media sosial, terutama Facebook, menjadi salah satu strategi untuk menarik perhatian pelanggan.

“Ya, itu salah satu strategi marketing,” ujarnya sembari tertawa.

Baja Juga :  Libur Nataru 2025/2026, Penumpang Bandara Pattimura Ambon Diprediksi Naik 9 Persen

Setiap hari, sekitar 50 gelas kopi disiapkan untuk dijual. Jika pembeli ramai, seluruh dagangan bisa habis terjual.

Namun, apabila masih tersisa, kopi tersebut dilanjutkan untuk penjualan pada sif malam.

Sebelum berjualan kopi, Nining telah lebih dahulu menggeluti usaha perdagangan sayur.

Ia bahkan rutin memasok ratusan ikat sayuran ke Dermaga Feri Watdek, Kabupaten Maluku Tenggara, untuk dibawa dan dijual di wilayah Kei Besar.

Hingga kini, aktivitas tersebut masih dijalaninya. Nining mengaku baru saja menyelesaikan proses penanaman kangkung yang nantinya akan dipasok untuk kebutuhan dagang di Kei Besar.

“Sampai saat ini beta masih jadi pedagang sayur. Kemarin baru selesai tanam kangkung, nantinya akan di-drop untuk dijual di Kei Besar,” jelasnya.

Baca artikel menarik lainnya dari JENDELAMALUKU.COM Di CHANNEL TELEGRAM